Life Updates Bulan Juli 2021 : Resign, Lulus CPNS dan Merantau

Wednesday, July 28, 2021

 

pixabay.com

Kurang dari satu minggu lagi masuk bulan Agustus, artinya masuk waktu untuk bayar domain tahunanku. Ah, time flies so fast ya? Aku merasa tidak menulis sejak ntah berapa bulan lalu, tiba-tiba saja sudah Agustus lagi.

Padahal banyak hal yang terjadi di hidupku setahun belakangan ini. Tapi selalu tidak sempat kudokumentasikan di blog dengan alasan sibuk. Iya sibuk, sibuk main instagram dan ngoceh disana.

Sebagai user instagram yang lebih suka scroll timeline dan penikmat konten orang lain, nyatanya kesibukanku disana cukup menyita waktu. Padahal sejak setahun lalu instagramku tidak kubuka untuk bisnis lagi dengan alasan healing. Tapi tetep aja most of the time waktuku habis disana.

That's why aku lebih sering menulis disana dibanding di blog, rasanya lebih simple aja. Sampe lupa punya blog pribadi saking jarangnya kusentuh.

Tapi karena sebentar lagi ulang tahun domain 'katadita.com', kuputuskan untuk menulis apa-apa saja yang sudah terjadi di hidupku beberapa bulan belakangan ini dimulai dari,

AKU RESIGN DARI SKAY (Kantor lamaku)

Wacana resign sudah lama kufikirkan. Motifnya macem-macem. Yang paling dominan adalah soal keinginanku untuk kembali jadi full-time-freelancer seperti tahun 2016-2017 lalu. Aku kangen punya banyak waktu luang dan kerja dirumah koloran doang, atau kerja remote dimana aja sambil hangout sama temen.

Tapi mungkin resign memang tidak semudah itu, apalagi aku cukup mencintai pekerjaanku saat itu di SKAY jadinya resign hanya selalu jadi wacana sampai....

AKU LULUS CPNS 2019

Alhamdulilah, salah satu wishlist terbesarku akhirnya direalisasikan Tuhan. Lulus jadi CPNS. Memenuhi keinginan orangtua yang ngarep anaknya jadi PNS. Akhirnyaaaa, setelah hampir setahun dari proses registrasi, test sampai pengumuman kelulusan, aku dinyatakan lulus jadi CPNS di salah satu instansi vertikal di Indonesia.

Yang paling kusyukuri adalah ketika melihat kebahagiaan keluargaku, sahabat dan orang terdekatku, mereka yang menemani prosesnya, mendoakan paling kencang dan memberi support paling besar ikut senang dengan kelulusanku saat itu.

Sekali lagi, kalau bukan campur tangan Tuhan, rasanya mustahil aku lulus, karena usahaku memang enggak terlalu maksimal saat itu. Akupun lebih banyak pergi-pergian travelling sana-sini dibanding fokus belajar. Belum lagi pekerjaan di kantor dan aneka side job yang selalu rutin kukerjakan setiap weekend.

Waktu belajarku terbatas, tapi doa-doa yang dilangitkan tidak pernah berkhianat. Tuhan maha mendengar doa. Alhamdulilah.

Karena instansi yang kuambil adalah instansi vertikal, penempatan menjadi hal yang cukup horor saat itu.

Aku yang ketika melamar sama sekali enggak mikir panjang soal penempatan di seluruh Indonesia, saat itu jadi ketar-ketir, deg-degan sampe rasanya kefikiran terus. Gimana kalau dapat penempatan jauh di luar pulau Jawa? Masa iya mau mundur padahal langkahku udah sejauh ini.

Tapi aku mencoba tetap berfikir positif, aku yakin aku akan ditempatkan di Jawa Barat. Sampai akhirnya info penempatan secara resmi keluar di website instansi,

JENG

JENGGGGG


Aku ditempatkan di Kabupaten Mesuji Provinsi Lampung.

Auto lemes.


Padahal di setiap doa aku spesifik memohon agar tidak ditempatkan di daerah timur karen jauh dari rumah dan butuh akomodasi yang tidak murah untuk pulang dan juga Lampung, spesifik banget loh aku doanya, 'Jangan Lampung ya Tuhan, aku takut begal' gitu.

Sampe sempet bahas sama temen kantor lama juga, dia bilang kalau bisa jangan Lampung karena stigmanya memang semenakutkan itu dimata org Jawa.

Maaf ya, aku stereotype banget huhu.

Tapi memang kesan Lampung tuh ngeri-ngeri loh. Apalagi ketika aku browsing soal Mesuji. Alamak, rasanya makin pengen nangis kejer aja. 

Coba aja kalian browsing dengan keyword 'Mesuji Lampung' dan lihat sendiri berita di internet itu kayak gimana.

Tapi darisana aku belajar bahwa framing media terkadang tidak sesuai dengan kenyataannya. Karena beberapa bulan jadi orang Mesuji nyatanya enggak semenakutkan itu kok. Sejauh ini aku cukup bisa bersahabat dengan Mesuji. Tapi itu bisa kuceritakan nanti, sekarang biar ku kasih tahu dulu bagaimana paniknya aku di awal tahu penempatan.

Sore itu ketika kubaca dengan mata kepalaku sendiri kalau aku ditempatkan di Mesuji Lampung, aku langsung histeris nangis kenceng dan guling-guling di kantor lamaku. Temen-temen kantor cuma bisa lihat aku dengan tatapan prihatin mereka. asli ya kalo difikirin sekarang, dengan mereka natap kayak gitu aja nyaliku udah makin ciut, tatapan mereka tuh seolah kayak bilang 'yang sabar ya budit, di Lampung loh'

Jelas aku jadinya makin nangis kejer.

Sampe rumah cerita ke mama dengan sungguh drama, nangis lagi, guling-guling lagi, sampe kubilang aku mau mundur aja dari ini semua. Jelas orangtuaku menentang. Mereka menenangkan aku saat itu. Dan aku minta waktu berfikir beberapa waktu. Berfikir baiknya kuambil atau kutinggal aja gitu.

Tapi akhirnya tetap kuambil dengan pertimbangan perjuanganku selama ini, masa iya cuma karena penempatan enggak sesuai sama harapan aja aku nyerah sih?

Makanya akhir Januari itu aku memantapkan hatiku berangkat kesini, diantar mama, tante dan oomku. Kami memilih jalur darat karena cukup membawa banyak barang, padahal sebelumnya aku kirim kargo 80kg juga lho, tapi pas berangkat ya barangku masih banyak juga. Sampe berasa bener pindahan satu keluarga bukan satu orang.


Tepatnya kami berempat berangkat tanggal 26 Januari malam dari Tasikmalaya dengan kendaraan pribadi dan rute perjalanan seperti ini :

Dari Tasik ke Pelabuhan Merak di Cilegon itu sebagian besar lewat toll dan menghabiskan waktu perjalanan sekitar 6-7 jam. Kami cukup santai dan sempat berhenti beberapa kali untuk makan dan istirahat.

Dari Pelabuhan Merak kami menyebrang selat sunda dengan menggunakan Ferry Express. Dan disini bagian paling menggemaskan. Ternyata Kapal Ferry Express itu tidak setiap jam ada, makanya kami yang saat itu sampai di Pelabuhan sejak jam 3 pagi buta baru bisa naik kapal sekitar pukul 6 pagi. Menunggu cukup lama kan ya? Dan karena aku gampang cranky tentu saja cukup kesal juga menunggu lama.

Tapi semua kesal rasanya terbayarkan ketika kami naik kapalnya. Cukup mevvah untuk sebuah kapal ferry. Fasilitasnya juga oke. Berasa naik titanic aja gitu.

Kami diarahkan untuk menunggu di ruangan VIP, ruangan yang cukup luas dengan sofa nyaman dan full AC, bersih pulak, ketika kuambil foto dan kupost di media sosial banyak orang yang bilang kalau suasana di kapal ferry yang kutumpangi macem kapal pesiar. Karena memang sebagus itu. Apalagi pagi itu gerimis, kaca kapal dipenuhi embun pagi, beneran bagus banget huhu.






Karena namanya saja ferry express ya, waktu perjalananpun terhitung cepat, Pelabuhan Merak-Bakauheni ditempuh hanya dalam waktu satu jam saja. Kami bersiap keluar kapal untuk naik mobil di dek bawah. 

ketika keluar ruangan, angin sumatera menampar wajahku kasar. Aku kaget, karena ketika sejam lalu aku masuk kapal dengan kedinginan dan merapatkan sweaterku, ketika kapal mendekati Pelabuhan Bakauheni, aku malah jadi kepanasan. Ketika masuk mobil aku langsung rewel minta mesin dinyalakan agar AC segera hidup, aku langsung membuka sweater dan misuh-misuh.

'Ya ampun, Sumatera panas banget sih mah' adalah kalimat yang kuutarakan ketika ban mobil pertama kali menginjak tanah Sumatera.

Itu kali pertama aku menginjak Sumatera. Sungguh rasanya ingin mengeluhkan cuaca panas yang kurasakan.

Aku terbiasa di daerah dingin dan sejuk, rasanya sungguh denial banget dengan udara panas Sumatera. 

Keluar dari Pelabuhan Bakauheni kami langsung masuk Toll, full toll sampai Mesuji. Perjalanan Bakauheni-Mesuji itu kurang lebih 5-6 jam. Sekali lagi, kami tetap jalan santai dan sesekali berhenti istirahat. Jadi mungkin kalau ngebut terus full toll Bakauheni-Mesuji bisa lebih cepat dari itu.

Pertama Kali 'melihat' Mesuji
Satu kata, amazed. 

Ketika keluar toll Simpang Pematang Mesuji, mataku terbelalak, aku kaget melihat suasana Mesuji yang memang sesuai perkiraanku di awal, yaitu sebuah desa dan sepi. karena sepanjang jalan keluar toll menuju kantor baruku itu pemandangannya 80% kebun karet dan sawit, jarang terlihat ada manusia hilir mudik di jalan. Aku stress luar biasa melihatnya, terbayang kehidupanku selama beberapa tahun ke depan akan bagaimana. Mama dan tanteku tetap menenangkan, mereka bilang kantorku tidak mungkin berada di antara kebun sawit dan karet, pasti ada di bagian kotanya, at least sedikit lebih ramai dari pemandangan yang kami lihat sepanjang jalan.

Dan ya, memang ternyata kantor baruku lokasinya berada di daerah yang cukup ramai, ada minimarket, ada keramaian walaupun tetap terhitung jauh lebih sepi dari kota asalku.

Kulihat ada beberapa counter hp dan toko-toko kelontongan yang besar. Sejenak aku menghela nafas lega, apalagi ketika melihat ada bank BRI tidak jauh dari kantor, itu beneran bikin lega banget, karena aku terbiasa cashless dan akan butuh banget atm, jadi adanya atm di dekat kantor tentu saja cukup melegakan.

Mesuji tidak langsung membuatku jatuh cinta saat itu juga, walau sedikit lega tapi masih ada ketakutan saat itu. Apalagi keluarga hanya bisa menemani semalam saja karena lusanya semua harus kembali bekerja. Sedih, pasrah, homesick semua perasaan itu datang silih berganti. Aku lebih sering menghabiskan waktu dengan menangis di kosan, kangen mama, kangen rumah dan ingin pulang.

tenor.com

Tapi untungnya semua semakin membaik ketika perlahan aku mulai punya teman di kantor, di kosan dan di komunitas pengajian. Aku mulai bisa enjoy menjalani hariku di Mesuji. Walau belum bisa sepenuhnya iklas menerima, setidaknya aku mulai bisa tidur malam tanpa harus menangis dulu. Apalagi awal-awal aku disini teman-teman kantor sering mampir kosanku, sekedar buat kumpul atau bahkan masak-masak. Darisana rasanya aku mulai terbuka, mulai betah. Belum lagi banyak orang yang sangat peduli padaku disini, teman-teman kantor yang tahu kalau aku masih sering homesick selalu menemani, menguatkan dan membantu segala macam kebutuhanku disini.

Oya, jangan lupakan soal makanan. Aku jatuh bangun adaptasi soal makanan disini. Lidah sundaku ini agak rewel ketika makan makanan sumatera yang cenderung pedas. Pertama, aku memang tidak terlalu kuat pedas. Kedua, sambal disini jarang menggunakan gula dalam campuran bumbunya, sehingga rasa sambal cuma asin dan pedas saja, kurang masuk di lidahku yang makan sambel pake gula.

Selain itu, varian makanan disini cukup terbatas. Tempat makan tidak sebanyak di tempat asalku, varian makananpun ya tidak banyak, jadi aku terkadang memasak sendiri kalau sudah cukup bosan membeli makan diluar.

Untuk biaya hidup di Mesuji ini sih so-so lah ya. Standar saja. Kalau ada beberapa item yang dirasa harganya lebih mahal dari di Jawa ya aku maklum lah, akses kesini saja tidak mudahm jadi biaya ekspedisi barang juga pasti lebih mahal. Tapi mahalnya masih make sense kok. Mungkin karena Lampung masih dekat pulau Jawa jadi jalur ekspedisi masih terhitung dekat.

Hmm, apalagi ya?

Ah iya cuaca.

Agak susah dealing dengan cuaca disini yang cenderung jauh lebih panas daripada di priangan timur yang terkenal dengan cuaca ademnya. Mesuji ini panas, bok! Ditambah air disini kurang bagus, jadi ya paket combo super. Kulitku auto hancur lebur, sunscreen innisfreeku tidak bisa menghindarkan wajahku dari dark spot. Kulitku ngadat dan langsung gatal-gatal, menyisakan bekas yang membuatnya tidak lagi mulus tanpa bintik merah. Aku cukup kesal dan lebih sering mengeluh dibanding bersyukur disini.

Tapi lama-lama aku cukup iklas dengan kondisi kulitku yang tidak lagi mulus. Biarlah bekasnya jadi tanda kalau aku pernah berjuang sejauh ini. Walaupun setiap kali melihat betis rasanya ingin menangis karena tidak lagi semulus sebelum aku kesini, tapi sudahlah, aku harus menerima, lalu nanti setelah kondisiku agak stabil, aku berniat untuk mencari pengobatan kulitku di Bandar Lampung. 

Banyak hal yang berubah. My life has changed.

Berkali-kali aku bilang pada diriku sendiri 'kamu hebat, kamu bisa sampai di fase ini dan tetap bertahan, ntah sebesar apapun keinginanku untuk menyerah, tapi nyatanya aku masih ada disini, berjuang dan mencoba kuat sampai detik ini'

'Terimakasih aku, terimakasih semesta'

Dari aku yang saat ini tengah duduk memangku laptop
di kosanku di Mesuji,




You Might Also Like

0 komentar

Hi Terimakasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar ya :)
Tapi jangan kasar-kasar, jangan ada link hidup juga karena udah pasti aku block.
komentar ya baik-baik aja, kritik boleh tapi sampaikan dengan bahasa yang baik. salam :)

Labels

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Warung Blogger

Warung Blogger

Kumpulan Emak Blogger

img.emoji { height: 1em; width: 1em; margin: 0 .05em 0 .1em; vertical-align: -0.1em; }