CeritaLama

KAMI TIDAK BAIK-BAIK SAJA (Coretan Seorang Penyintas Pelecehan Seksual)

Sunday, October 25, 2020
Ilustrasi : pixabay.com


 Saya ingat betul kronologi kejadiannya sampai hari ini. Semuanya terekam dengan sangat jelas di memori saya. Menjadi kenangan buruk yang menghantui di setiap kondisi lemah saya.

Hari itu, ketika umur saya belum genap 8 tahun, saya dan satu teman saya tengah jajan ke warung dekat rumah. Saya si anak kecil bandel, naik-naik ke etalase warung sambil memilih jajanan yang akan saya beli. Di belakang saya ada selasar yang ukurannya tidak besar, kurang dari setengah meter. Selasar itu biasa digunakan untuk para pembeli memberikan uang kepada pemilik warung.

Ada satu orang bapak yang saya kenal beliau adalah guru ngaji di mesjid komplek kami. Saat kejadian itu mungkin dia berumur di akhir 30an. Saya acuh saja, fokus ke jajanan yang bermacam-macam di hadapan saya. Saya menyadari orang itu, si guru ngaji telah menyelesaikan transaksinya dan hendak berbalik untuk pulang, dia akan melewati saya. Jadi saya lebih merapatkan badan kecil saya ke etalase, maksudnya ingin memberikan jalan lebih besar untuk dia, karena saya tahu badan orang dewasa akan agak kesulitan melewati selasar itu.

Tapi bukannya segera berjalan, si guru ngaji itu malah berjalan menyamping menghadap saya dan dalam beberapa detik dia menempelkan penisnya ke bagian belakang bokong saya.

freeze.

Saya kaget saat itu. Tapi saya bingung dan tidak tahu apa yang yang terjadi. Tetapi naluri saya mengatakan kalau itu salah dan saya harus segera bergerak menjauh. Maka setelah terbengong-bengong beberapa saat, sayapun bergerak turun dan pergi menjauh tanpa berani melihat wajahnya sedikitpun. Jujur saat itu saya takut. Sampai hari inipun ketika melihat orang itu saya masih selalu takut. Kenangan buruk itu selalu berputar menghantui tanpa saya bisa kendalikan.

Saya menyimpan cerita ini lama. Saya tidak berani bicara pada siapapun, bahkan orangtua saya sekalipun. Saya merasa ini aib yang harus saya tutupi sampai nanti saya mati.

Tapi time went by, semakin saya besar semakin saya menyadari bahwa saya tidak sendirian menghadapi ini. Banyak orang yang juga mengalami hal yang sama, bahkan dengan perlakuan yang lebih buruk lagi.

Saya merasa kalau tidak bicara, mungkin saya tidak bisa mengiklaskan hal ini selamanya, mungkin saya tidak akan bisa berdamai dengan masa lalu saya selamanya, dan mungkin saya akan terus terpuruk sendirian sampai waktu ajal tiba.

Saya tidak sendirian. Saya punya banyak teman, dan jelas, kami tidak baik-baik saja.

Tidak ada satupun korban pelecehena seksual yang baik-baik saja. Karena walaupun sudah sangat lama berlalu, tetapi trauma yang ditimbukan selalu tersimpan dan menghantui.

Tapi ketika saya tahu bahwa saya tidak sendiri, maka rasanya sayapun ingin bicara, ingin berbagi, sayapun ingin berdamai dengan masa lalu dan menjalani hidup tanpa rasa marah karena kejadian yang tidak pernh saya harapkan terjadi dalam hidup saya.

Tapi hal yang paling menyedihkan yang harus saya sadari adalah bahwa sampai hari inipun hal itu masih terjadi. Dan mirisnya lagi, korbannya bisa dari berbagai gender, usia, latar belakang dan orientasi sex yang beragam.

Dan itu menyedihkan, menyakitkan.

Karena jelas, kami tidak baik-baik saja.


 




Baca Selengkapnya → KAMI TIDAK BAIK-BAIK SAJA (Coretan Seorang Penyintas Pelecehan Seksual)

Labels

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Warung Blogger

Warung Blogger

Kumpulan Emak Blogger

img.emoji { height: 1em; width: 1em; margin: 0 .05em 0 .1em; vertical-align: -0.1em; }