Self Love - Tentang Mencintai Diri Sendiri Pasca Patah Hati

Tuesday, May 07, 2019


Saya mengawali tahun ini dengan patah hati (lagi). Kalau ditanya 'bosen nggak sih lu patah hati terus?', Saya bakal jawab


'ya bosen, Malih. Kalo sabun colek udah dapet hadiah piring kali saking seringnya.'

g i p h y


tapi patah hati kali ini bikin saya bingung harus menyalahkan dan marah pada siapa? Setiap kali saya patah hati karena diselingkuhi saya selalu dengan mudah menyalahkan dan marah pada mantan, it means a lot untuk emosi saya. Saya marah dan bisa meluapkannya kepada orang yang tepat. as simple as that.

Tapi kali ini saya bukan patah hati karena diselingkuhi. Saya tidak dalam kondisi yang tersakiti. Saya baik-baik saja sampai hari ini. Ralat, kami baik-baik saja sampai saat ini. Hampir semua orang terdekat kami kaget saat tahu kalau kami sudah berakhir. Tidak ada yang mengira bahkan saya sekalipun.

Saya bilang kan ini berbeda dengan patah hati yang biasanya. Kondisi kami baik, setiap hari jarang sekali ada konflik, dia jauh lebih berfikir dewasa. Dia mengimbangi sikap childish saya. 

Dia nggak bisa saya salahkan dan marahi gara-gara sudah membuat saya patah hati, karena nyatanya dia nggak sebrengsek beberapa mantan saya. Keputusan ini juga saya yang pilih. Dan saya memutuskannya tidak dalam waktu semalam.

Waktu saya curhat kalau saya sudah putus di IG story banyak DM dari temen saya yang masuk. mostly pada nanya kenapa? apalagi yang tahu saya sama dia jelaslah pada nanya terus. Tapi saya nggak share alasannya karena memang sangat pribadi. Intinya harus putus saja karena kami punya 2 prinsip yang berbeda yang kalau dipaksain terus rasanya juga nggak akan bener. Dia keukeuh dan saya juga tetap pada pendirian saya. Jalan satu-satunya, ya putus.

Setelah putus yang banyak kena nyinyir siapa coba?

Ya jelas saya. Banyak buddy friends saya bilang saya bodoh, udah diajak nikah kok malah minta putus.

Saya nanggepinnya selow aja sih. Orang lain nggak tahu gimana yang sebenernya dan kalopun nikah sama dia kan yang jalanin saya toh bukan orang lain? Jadi yaudah, kalo udah sebel dinyinyirin biasanya saya nyengir aja atau langsung ngalihin pembicaraan.

***
Walaupun saya yang mutusin buat selesai bukan berarti saya nggak sepatah hati dia. Karena jatohnya sama aja. Mana ada sih orang yang mau putus, bener nggak?

Setiap orang selalu mau kisahnya berakhir happy.

Cuma walaupun harus berakhir dan patah hati (lagi), saya mensyukurinya. Saya berterimakasih kepada diri saya sendiri karena sudah mampu melawan hati. Saya sanggup loh mengakhiri ini ketika bahkan hati saya nolak buat selesai. 

Dan rasanya semuanya jadi mudah. Proses patah hati nggak selama biasanya, bukan berarti karena saya udah punya gebetan baru ya. Cuma karena saya sadar. Saya dan dia masih bisa tetap berhubungan baik meskipun masih ada canggung. At least, kita nggak saling blokir kayak saya sama the mantans. 😂😂😂

Lalu setelah patah hati apa yang saya lakukan?

Langsung buka traveloka dan cari hotel. random. kebetulan dua hari kemudian Erda temen saya whatsapp saya dan ngajakin travelling. Saya yang saat itu emang lagi doyan scroll-scroll Traveloka ya jadi kayak dikasih jalan. Makanya walaupun saat itu budget saya buat travelling setipis bulu ketek, saya nekat aja tuh nge-iyain ajakan Erda. Pesen tiket kereta, tiket hotel dan beli ini itu buat persiapan travelling yang dijadwalin perginya pas bulan April, bulan kelahiranku. jadi kuanggap ini macem hadiah buat diri sendiri lah ya. Setelah patah hati, travelling. Dan bener loh, pulang travelling aku jadi agak tenang. Nggak sesedih kemarin-kemarin.

Cerita soal travelling ini bakal aku tulis di blogspot terpisah. Biar ala-ala travel-blogger kekinian atuh kan.


 



You Might Also Like

2 komentar

  1. Semua pasti ada jalannya, semua luka pasti ada penyembuhnya. Tetap semangat mbak ^^

    ReplyDelete
  2. Samaan kita, Dit. Masuk tahun 2019, aku juga ngalamin patah hati. Huhuhuhu. ������
    Lha kok jadi curhat yak. Hahahaha.
    Oiya kapan nih kita collab blog lagi? Kurindu ngeblog bareng. ��

    ReplyDelete

Hi Terimakasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar ya :)
Tapi jangan kasar-kasar, jangan ada link hidup juga karena udah pasti aku block.
komentar ya baik-baik aja, kritik boleh tapi sampaikan dengan bahasa yang baik. salam :)

Labels

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Warung Blogger

Warung Blogger

Kumpulan Emak Blogger

img.emoji { height: 1em; width: 1em; margin: 0 .05em 0 .1em; vertical-align: -0.1em; }