Memangnya Kenapa Kalau Rina Nose Buka Hijab?

Tuesday, November 14, 2017
Brilio.net

Sungguh judul yang ciamik ya?

Jangan hujat aku pehlis

πŸ˜†πŸ˜†

Saya gemes banget pengen nulis ini dari kemarin-kemarin. Tapi maju mundur euy. Apalagi pas dikasih link youtube Deep conversation antara Rina Nose dan Deddy Corbuzier. Saya jadi makin galau.

Bahasan ini sensitif banget. Jadi draft yang saya udah bikin dari beberapa hari lalu saya rombak total.

Semua kalimat yang terlalu nge-gas, terlalu frontal dan sekiranya bakal bikin masalah, saya hapus tanpa kecuali.

Ngeri euy. Karena ya emang soal sensitif banget kan soal agama?

Malah ya, tadinya mbak Devi, temen blogger tasik saya juga mau nulis ini, tapi kemarin dia bilang saya kalau nggak jadi bahas di blog karena terlalu sensitif. Dan katanya 'nggak bisa kalau itu sampe terjadi sama orang terdekat kita'.

Dan saya jadi kayak yang 'Oh iya juga ya?' 

~Dih, Dita labilπŸ˜”

Tapi saya keukeuh pengen tetep bahas di blog. ya asalkan bahasanya saya atur-aturlah ya? Semoga aja nggak jadi masalah.

Jadi yuk mari saya coba re-write si draftnya biar lebih halus. Dan nggak menyinggung pihak manapun. Semoga tulisan saya lulus pro dan kontra ya?

HAHAHA.

in your dream, Dit.


Ya karena pro-kontra pasti ada. at least nggak bikin terlalu panas deh ya.

Semoga yang bacapun bisa melihat kemana arah tulisan ini sebenarnya.

Oke, bismillah.

Lemme try yah?

First of all, buat saya Rina buka hijab it's okay. Noprob karena ya itu hak asasinya. Mau pakai hijab ataupun nggak, terlepas dari apa ajaran agamanya. IMO, itu kebebasan setiap orang.

Duh, baru paragraf pertama aja udah beberapa kali nahan nafas nih saya. wkwkwk



Sekali lagi saya tegaskan ya, saya tau ini sensitif banget. Dan sayapun seorang muslim yang berhijab, tapi yang saya tulis ini adalah murni opini pribadi saya.

Saya oke-oke aja kalau Rina buka hijabnya, karena memanglah saya nggak kenal secara pribadi sama dia πŸ‘…

Kalau sekedar menyayangkan sih ya sayapun menyayangkan lah ya. Tapi ketika Rina memutuskan buat melepas hijabnya. Saya cuma kayak 'oh mungkin memang sudah keputusannya'

Dan ternyata iya lho. Butuh waktu 6 bulan dulu sampai dia yakin mau buka hijab. Keputusan besar yang dia buat itu nggak dalam semalam. Jadi ya saya menghormati, nggak papa. Bukan membenarkan lho ya, tolong dicatet.

 ***
Sebelum nulis ini saya diperingatin beberapa orang. Ntah itu sahabat, teman, readers, bahkan adek saya sendiri. Mereka mewanti-wanti aja karena katanya bahasan ini nggak cuma 'sekedar buka hijab' tapi banyak netizen yang mulai mengaitkan keputusan Rina membuka hijabnya dengan alasan atheis, agnostik bahkan pindah agama.

Sahabat saya sampe berkali-kali nanya saya,

'yakin lu? siap dihujat? dikatain kafir? disumpahin masuk neraka?

Duh segitunya.

Padahalmah saya bukan berarti mendukung Rina Nose, atau bahkan Rina-Rina yang lain untuk membuka hijabnya. Saya nulis ini bukan berarti saya membenarkan keputusannya.

Bukan berarti saya koar-koar 'BUKA HIJAB BAGUS KOK NGGAK PAPA. AYO KALIAN IKUTIN YA'

not at all.

Saya cuma mau bilang, yuk mari kita hormati keputusan orang lain. Apalagi karena kita nggak kenal sama dia dan kita nggak tahu what happened with her? sampe dia mengambil keputusan sebesar itu. 

Hormati bukan berarti mendukung, bahkan mengkuti. Karena sebenernya itu hal yang jauh berbeda. JAUH. period.

Dan soal isu-isu atheis, agnostik dll itu, saya angkat tangan. Karena ya itu bukan sesuatu yang harus di bahas. 

Dan lagi, nggak semua orang bisa open minded kalau soal agama. 

Buktinya, beberapa bulan yang lalu temen satu komunitas saya ujug-ujug whatsapp saya pagi-pagi. Isi chatnya simple aja. Tapi bikin mata saya melotot dan seketika ngantuk saya ilang.

Padahal isinya cuma 3 kata,

Sist, gue budhist sekarang 



Saya kaget bukan soal dia yang setahu saya dulunya muslim lalu pindah jadi buddha.Tapi karena heran karena saya nggak lihat prosesnya. Cuma dikabarin hasilnya kan? Walaupun sebenernya dalem hati saya nggak kaget-kaget banget karena beberapa tahun belakangan ini dia beberapa kali posting foto ada yang ke-buddha-buddha-an di instagramnya.

Tapi memang ya, kalau denger langsung saya shock juga.
Shock. Tapi yaudahlah. Saya cuma bales biasa aja. lempeng. nggak jugde dia tapi nggak memuji keputusannya juga. flat aja biasa. Karena dia temen saya kan? Saya mikirnya ngapain saya judge, dia bilang ayahnyapun setuju. Yaudah. end up.

Dia sempet heran, katanya kok saya yang menurut dia muslim berhijab yang solatnya mayan rajin walaupun telat-telat, ini dia yang ngomong loh ya. (Mayan euy, mayan katanya😜) kok bisa santai banget nanggepin pengakuannya?

Karena ya buat apa diheboh-hebohin atuhlah. Hidup saya udah riweuh, nggak lagi nambahin keriweuhan hidup sama hal-hal begituan. Biarkanlah.

Lagian soal agama itu urusan mahluk sama Tuhannya. Misal saya punya dosa, orang sekitar mengingatkan ya Alhamdulilah kayak reminder buat saya, tapi kan tetep ya, hasil akhirnya antara saya sama Alloh aja. 

Dasarnya kan memang amal baik buruknya seseorang, yang tanggung jawab nanti di hari pembalasan ya dirinya masing-masing.

Jadi yasudahlah. Sudah ya netizen Indonesia yang baik? Kata Rina juga di cation foto IGnya : kecewalah seperlunya. Ya memang seperlunya saja.

Kecewa. end up.

Jangan terlalu heboh. Jangan dikait-kaitkan dengan apapun. Kalaupun memang Rina memilih keputusan lebih besar dari 'sekedar buka hijab', hormati saja. Hormati ya bukan berarti membenarkan atau mendukung.

Karena jujur, pas ada yang bilang ke saya : 'Saya noprob kalau Rina punya keputusan lain dari 'sekedar buka hijab', tapi nggak bisa bayangin kalau (jangan sampai sih ya) orang terdekat saya yang ngalamin' saya juga malah jadi kefikiran sendiri.

Karena nyatanya ya. Saya bisa se-open-minded ini karena memang saya terbiasa melihat banyak orang yang 'berbeda' dengan saya. Tapi kalau sampai terjadi sama orang terdekat saya, kayaknya sayapun tetep nggak bisa se-open-minded itu.

Orang terdekat disini maksudnya keluarga, calon suami -Ahem-, sahabat yang deket banget. Pokoknya orang-orang yang hidupnya sama saya terus. Kalau temen sih, apalagi yang cuma temen komunitas, temen main, temen hura-hura. Yaudahlah sayapun nggak akan terlalu kefikiran, karena bukan nggak sayang, bakal terlalu kagok aja kalaupun saya keberatan sama keputusannya pindah agama atau malah memilih tidak beragama.



πŸ˜₯πŸ˜₯

Ya intinya, syudahlah mari kita kecewa seperlunya saja. Jangan terlalu men-judge seseorang dengan keputusan besarnya yang mungkin kita fikir nggak biasa dan terlalu uot of the box. Sudahi saja.





 



  

You Might Also Like

2 komentar

  1. hehe kita ada miripnya, nggak mau ikutan heboh menghakimi orang lain karena hidup udah riweh xD setuju sama kamu, kecewa dengan keputusannya Rina nose tapi ya mau gimana, apalagi kita ga kenal secara langsung.. doain yg terbaik aja lah ya. Follow each other yuk ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kecewa yaudah kecewa aja secukupnya. Hidup udah riweuh banget ya mbak? Terimakasih sudah mampir :)

      Delete

Hi Terimakasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar ya :)
Tapi jangan kasar-kasar, jangan ada link hidup juga karena udah pasti aku block.
komentar ya baik-baik aja, kritik boleh tapi sampaikan dengan bahasa yang baik. salam :)

Labels

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Warung Blogger

Warung Blogger

Kumpulan Emak Blogger

img.emoji { height: 1em; width: 1em; margin: 0 .05em 0 .1em; vertical-align: -0.1em; }