#Sundaytalk : Tentang Duka Di Allepo

Sunday, December 25, 2016

Test...Test... 1 2 3
Check sound..

Test.

Saya nggak akan dikeroyok kan gegara akhirnya bolos juga di #sundaytalk. REKOR bray BAHAHAHAHA.

Nggak usah nanya kenapa nanti saya jadi banyak alasan wwkwkwkw. Intinya nggak konsisten udah gitu aja, sayamah nggak akan bela diri kok, karena ya salah mah salah aja gitu looooh.

Tapi Pak RT tetep posting kok, belum dia promoin aja.. Cuma kalo yang beneran ngikutin #sundaytalk dari awal sih tanpa harus dipromoin juga bisa langsung cek sendiri kan yah di page kita masing-masing tiap hari minggu.

Ini apa maksudnya? Nyindir kalian yang suka baca tapi mutusin buat jadi silent reader tanpa pernah berkomentar sedikitpun.

Kalian macem Rangga di AADC, apa yang kalian lakuin ke kita itu, JAHAT!

Udah ah, saya nulis ini masih pagi tapi udah ngegas aja BAHAHAHA.

Ya suka aneh aja gitu lho, post saya adem ayem tanpa ada boom komentar tapi tiap saya ketemu orang atau chatting sama orang, yang ditanyain pasti, kok belum posting #sundaytalk? Idih, naha nggak komentar di blognya aja langsung sih? Biar kan kesannya ditungguin banget gitu lhoo.. saya kan blogger amatir haus pencitraan, jadi tolong dicatat baik-baik ya!

Soal nagih-menagih posting, lakukan di kolom komentar!

Awas aja kalo masih BBM atau line saya Cuma buat ‘nagih’ dan nyuruh saya posting cepet-cepet.

Oke, wait. Inhale exhale. Calm.

Temanya udah di approve saya sekitar dua minggu yang lalu. Ini pure saran dari temen-temen facebook yang komentar di postingan Pak RT. Soal duka di Allepo.


Baca Juga Punyanya A Irfan Disini Ya :

Pertama-tama, sebelum saya mulai bahas, saya ajak kalian buat menundukan kepala, berdoa untuk semua saudara kita di Allepo sana. Semoga mereka selalu dalam lindungan Alloh SWT. Semoga semua duka, tangis, penderitaan mereka segera berakhir dan diganti dengan hal yang lebih baik.

Saya ngerasa durhaka banget sih sebenernya, karena saya bener-bener buta soal kasus Allepo ini, jadi di timeline semua sosmed saya bertebaran #SaveAllepo #PrayForAllepo dan tagar-tagar lain yang serupa sedangkan saya nggak mudeng. WHAT HAPPENED WITH ALLEPO, GENGS?

Jadi ada apa dengan Allepo?

Saya baru tahu beberapa hari setelah kejadian. Dan ini murni saya nyesel banget. Nyesel yang sampe sentimentil macem, orang lain berbondong-bondong galang bantuan buat korban Allepo, sedangkan saya BARU TAHU.

Fix, durhaka!

Saya nggak suka bela diri, jadi ya silahkan salahin saya semau kalian, saya emang salah. Saya nggak ngikutin beritanya dari awal. Saya terlalu asyik sama zona nyaman di dunia saya sendiri tanpa membuka mata lebih lebar, telinga lebih lebar tentang penderitaan saudara muslim saya di Allepo nun jauh sana.

Saya sempet baca-baca, cari tahu sebenernya ada apa dan kenapa? 2 poin itu yang bikin saya ubek-ubek Bapa Google buat cari informasi.

Ada apa    : pembantaian 82 warga sipil, termasuk diantaranya 11 WANITA dan 13 ANAK-ANAK oleh pasukan pro pemerintah pada tanggal 14 desember 2016.

Kenapa     : Simple banget alesannya, karena Allepo dinilai sangat penting, jadi primadona di mata suriah dan dunia dan jadi bahan pembuat konflik antara pemerintah Suriah dan pemberontak.

Opini saya :
WHY, saya capslock 2 kata dalam printilan point ‘ada apa’ yaitu WANITA dan ANAK-ANAK? Karena saya mempertanyakan otak dari si pembantai. Wanita mahluk lemah, nggak usah lu bantai, cukup lo katain dia agak gendutan aja dia bisa sedih, apalagi lu bantai, lu bombardir pake senjata. Jangankan bales nyerang lu yang cowok dan tentu lebih kuat dari dia, menghindar aja mungkin dia nggak bisa.

Lalu anak-anak? Lu fikir mereka tau apa soal potensi besar yang ada di Allepo sampe bikin Allepo jadi begitu pentingnya? Mereka anak-anak woy, anak-anak yang SEHARUSNYA Cuma tau main dan belajar. Nggak usah lu bantai juga kali, otak lu dimana njir?

Ini sih, human but not humanity!

Manusia bisa lebih jahat daripada setan ternyata, APPLAUSE!

Dianggap sangat penting
Sepenting apa sih? Penting banget sampe lu kudu banget obrak abrik penduduk sipilnya ya? Sampe lu kudu banget angkat senjata buat bantai wanita sama anak-anak? Nggak ngerasa banci apa gimana gitu?

Jadi ya, menurut sumber yang saya baca disini, Allepo dianggap super duper penting karena Allepo adalah salah satu kota yang memiliki peradaban tertua di dunia, juga menjadi kota perdagangan ‘jalur sutra’ antara timur tengah menuju Asia tengah. Dan alasan lain yang hampir serupa seperti itu. Males lah ya saya jabarin disini. Ngapain juga?

Bukan saya nggak peduli, justru karena saya peduli, saya lebih sentimentil kalo inget penduduk sipil yang terjebak di daerah konfliknya dibanding harus sentimentil soal apa dan kenapa. Saya nggak suka alesan remen temeh macem gitu.

Karena buat saya, apapun alasannya, serang-menyerang, bardir-memborbardir, jajah-menjajah itu udah bukan zamannya lagi.

Kita hidup di zaman teknologi bray. Di zaman dimana robot aja bisa dibikin mirip banget kayak manusia. Jadi masih musim bully-bullyan soal daerah kekuasaan? Kan NGGAK.

Rusia yang ikut-ikutan andil membantu pemerintah Suriah dalam melancarkan serangan ke Allepo ini bikin saya geleng-geleng kepala juga sampe pusing.

Naha sih?

Kalau memang tujuan mereka untuk membasmi kelompok pemberontak ya saya juga ikut dukung, siapa juga yang suka diberontak iya nggak? Jangankan sekelas presiden Bashar Al-Assad, saya aja kalo kebagian jadi ketua kelompok di kelas waktu sekolah dan ada satu anggota kelompok saya yang memberontak, ntah itu nggak setuju sama pembagian tugas ataupun waktu kesepakatan, saya pasti kesinggung juga.

Tapi tolong lah, mbok ya sing bijak atuhlah.

Pemberontak itu kan oknum, ibarat satu sample diantara sekian populasi,maka ketika Rusia dan pasukan pro pemerintah Suriah melakukan penyerangan SECARA RANDOM (karena tanpa pandang gender dan usia) artinya mereka menghancurkan populasi, bukan samplenya.

Faham nggak sih?
Nggak? Minum susu gih biar pinter dikit ah!

Jadi ya intinya nggak masuk di akal saya aja sih sebenernya. Kenapa harus membabi buta gitu sih? BABI aja nggak ada yang buta, kenapa lu semua yang MANUSIA malah buta?

Jangan asal bantai dong lah, Gusti aja nggak segitu sakleknya ketika kita melakukan satu dosa. Gusti kasih waktu kita dulu buat berfikir soal kesalahan kita, ketika kita menyadari dan tobat, maka gusti tidak akan menghitung dosa kita, tetapi ketika kita nggak tobat sama sekali baru dosa tersebut akan dihitung sebagai catatan pembalasan di hari akhir nanti.

Di dunia hukum aja selalu ada asas praduga tak bersalah (eh bener nggak sih? Anak hukum tolong koreksi kalo hakku salah ya?) yang merupakan satu bentuk keadilan untuk terdakwa. Jadi kenapa harus maen serang aja kalo ternyata banyak korban sipil –yang mirisnya wanita dan anak-anak- juga ada yang jadi korban?

Saya ngomong nge-gas gini bukan berarti saya ngebela si pasukan pemberontak Suriah itu ya? NO, at all. Saya juga ngecam mereka, apalagi ISIS si biang kekerasan itu. Saya nggak bilang apa yang mereka lakukan nggak salah dan wajib dilindungi, nggak sama sekali.

Mereka salah, yang lebih salah lagi adalah dampak yang mereka sebabkan, nyawa manusia, air mata, ketidak-nyamanan, ketidak-amanan, kekerasan, segala hal yang tidak mengenakan yang juga harus ikut dirasaka oleh warga sipil yang bahkan nggak tau apapun soal mereka dan rencana pemberontakan mereka.

Nggak manusiawi.

Pembunuh tak langsung.

Penjahat kemanusiaan abad 21.

Apa yang bisa dilakukan?
Kalo bisa nih, kalo bisa lho ya? Saya undang dua belah pihak yang terlibat konflik itu buat ngopi-ngopi sore di rumah saya. masing-masing satu orang perwakilan dari dua buah kubu dan tanpa bawa senjata apapun, karena saya ngeri liat senjata.

Terus seperti halnya orang islam, saya ajak mereka berdua musyawarah untuk mufakat, biar ketauan maunya gimana masing-masing.

Tapi kan nggak mungkin ya? PBB aja segitu nggak ngefeknya, apalagi saya, satu orang cewek yang hidup berjuta-juta mil jauhnya dari Suriah.

Tapi serius, harus ada mediasi untuk kedua pihak. Karena mau sampe kapan saling serang terus? Mau sampe berapa nyawa lagi yang mau tidak mau harus dikorbankan?

Tidak semua hal bisa selesai dengan mengacungkan senjata atau menembakkan meriam. Demi Tuhan, nggak!

Nyawa manusia bukan nyawa mario bros dalam game konsol, nyawa manusia Cuma ada satu karena ya Cuma segitu jatahnya dari Gusti. Jadi mau sampe tahun 2000 berapa lagi konflik di Allepo atau dimanapun itu selesai?

Sampe saat ini saya baru bisa berharap, berharap agar semua konflik bisa selesai secepat mungkin, karena memang kejahatan kemanusiaan macem itu nggak bisa ditolelir lagi.

***

Baca juga koleksi #sundaytalk lainnya disini ya qaqa :*****














You Might Also Like

0 komentar

Hi Terimakasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar ya :)
Tapi jangan kasar-kasar, jangan ada link hidup juga karena udah pasti aku block.
komentar ya baik-baik aja, kritik boleh tapi sampaikan dengan bahasa yang baik. salam :)

Labels

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Warung Blogger

Warung Blogger

Kumpulan Emak Blogger

img.emoji { height: 1em; width: 1em; margin: 0 .05em 0 .1em; vertical-align: -0.1em; }