confused

Hello April, Hello Mellow

Thursday, March 31, 2016
Welcome April..
Harusnya aku mengawali April dengan sukacita. Karena April memang bulanku. Bulan favoritku dibadingkan 11 bulan lainnya.
Aku lahir di bulan April, itu nyatanya.
Tapi alih-alih bahagia, aku mengawali detik, menit dan jam pada bulan April dengan perasaan tidak menentu, tepatnya aku sedang menghitung mundur.
Tidak lebih dari 24 jam lagi dan aku akan berhenti bertanya-tanya seperti saat ini.
Tidak lebih dari 24 jam lagi dan aku sudah bisa memutuskan apakah harus sedih atau terluka dengan penjelasan seseorang. Si pengirim pesan multitafsir.
Sejujurnya aku takut, terlalu takut malah dengan hanya memikirkan apa yang akan dia katakan dalam hitungan beberapa belas jam ke depan.
Aku takut terluka.
Aku takut kecewa.
Sekalipun aku tahu dan cukup sadar kalau itu semua adalah resikonya, aku tetap tak mampu.
Aku tak mengerti kenapa aku menjadi sepengecut ini.
Tak hentinya aku mensugestikan diriku untuk tetap kuat dengan apapun yang akan aku dengar nanti.
Tapi aku tak bisa.
Sebagian besar diriku mengalami ketakutan parah yang tak bisa aku tangani.
Takut kecewa dan terluka.
Isi pesannya sudah puluhan, bahkan ratusan kali aku baca kembali. Dan semua tetap pada tempatnya. Semua kata-katanya tetap sama.
Ambigu.
Dan membuatku lelah karena terus-terusan menebak-nebak apa maksudnya.
Ambigu.
Dan membuatku nyaris kewalahan mengatur ritme kerja jantungku yang selalu mendadak tidak beraturan jika aku mengingatnya.
Demi Tuhan aku ingin ini segera berakhir.
Tapi disisi lain aku takut. Takut jika nantinya yang aku dengar tidak sama dengan ekspetasiku.
Takut jika yang kudengar nanti hanyalah untaian kata yang akan melukaiku telak.

Midnight.

Awal Bulan April
Baca Selengkapnya → Hello April, Hello Mellow
confused

Balada Si Pengirim Pesan Multitafsir

Thursday, March 31, 2016
Selalu ada cerita baru dalam setiap detiknya.
Dan kali ini tentang bagaimana sebuah pesan singkat bisa menjadi multitafsir.
Dan kedua artinya sama-sama menyakitkan.
Jika artinya A, maka membuatku sakit
Jika artinya B, maka membuatku sakit juga.
Ini tentang sebuah cerita classic, cheesy, terlalu mainstream dan apalah lagi artinya.
Tentang bagaimana cinta datang tanpa peringatan, dan tanpa tedeng aling-aling, cinta menunjukan targetnya sendiri.
Tidak ada yang salah sebenarnya, hanya saja jika itu artinya orang terdekat kita yang cupid cinta pilihkan, langkah apa yang harus kita ambil?
Karena saking terlalu dekat, kita alpa memahami bahwa cinta tidak pernah salah memilih, dan bahwa perasaan bukan hak veto kita.
Dan malam ini aku belajar bahwa cinta saja tidak cukup ternyata.
Pemilik pesan multitafsir itu membuatku sakit dan bahagia dalam waktu bersamaan.
Dalam pesannya dia bilang, dia sangat menyayangiku, tapi tak ingin berkomitmen denganku. Dan demi Tuhan, itu menyakitkan.
Sudah tahu bagaimana rasanya diterbangkan ke awan dan dihempaskan ke tanah pada detik berikutnya? Ya, kurang lebih rasanya sama.
Dalam pesannya juga dia ungkapkan alasannya, dan itu terlalu standar aku rasa.
Dia bilang, dia terlalu menyayangiku dan takut semua akan tidak pada tempatnya lagi jika dia dan aku menjadi kita. dia takut aku pergi jika hubungan kami gagal. Dia takut semua tidak lagi sama. Tidak lagi sedekat ini.
Aku yakin dia benar. Tapi satu hal yang aku yakini, dia alpa bertanya padaku. Apa sebenarnya yang aku inginkan?
Realistiskah keputusannya?
Bahagiakah aku?
Dia alpa memikirkan perasaanku, kehendakku.
Dia alpa memberiku waktu dan ruang untuk menjelaskan apa yang aku rasakan saat ini.
Dan bagaimana komitmenku padanya.
Tapi sekedar untuk meyakinkannya saja, aku tak ingin.
Biar saja dia disana berfikir bahwa aku sepengecut itu.
Biar saja dia disana memilih keputusannya bahkan sebelum ia mengajakku untuk mencobanya. Aku tak peduli.
Keputusannya yang katanya berdasarkan rasa sayangnya padaku, tanpa ia sadari pelan-pelan menarik nafasku, membunuh rasaku!
Aku sakit hanya dengan membayangkan betapa piciknya logika berfikir sahabatku itu.
Satupun dari kami belum melangkah untuk mencoba, atau bahkan berbicara tentang hal ini lebih dalam, tapi dia sudah menarik garis finishnya sendiri.
Harus dengan kata apa aku menggambarkan rasa perihnya?
Mungkin tafsir kedualah yang sebenarnya ia maksudnya.
Ia menyayangiku tak lebih dari sahabat wanitanya, sama seperti kedua sahabat wanita lainnya. Yang juga sahabatku.
Jadi ketika ia dihadapkan untuk sebuah komitmen, ia menolak, lebih tepatnya menolakku.
Ia memang tidak melihatku sebagai wanita yang layak ia perhitungkan. Ia melihatku dalam konteks yang lain, empati dan simpati yang lain. Bukan tentang cinta, dan jika memang itu adanya, berarti kesimpulannya satu. DIA TIDAK MENCINTAIKU.
Dan selamat, perasaanku bertepuk sebelah tangan.
Ini menyakitkan.
Aku tidak bisa menjelaskan sakitnya lebih dominan dugaan pertama atau dugaan kedua. Karena keduanya sama-sama menyakitkan. Membuat dadaku perih setiap kali mengingatnya.
Semua akan lebih mudah jika saja dia bukan orang terdekatku, sahabat baikku. Tapi nyatanya, cinta memilihnya. Cinta tidak salah, lalu siapa yang salah?

30 Maret 2016

23.37
Baca Selengkapnya → Balada Si Pengirim Pesan Multitafsir
General

Apa Kabar Radio?

Thursday, March 24, 2016
Almost 23 yo.
Tuhan, sebegitu cepatkah waktu berlalu?
Rasanya baru kemarin aku berumur 14 tahun dan hobby dengerin radio di kamar sambil belajar.
Sekarang kok udah nyaris mau setengah abad?
Tuhan, apa aku kurang bersyukur?

Oh, ck!
C’mon, rasanya baru kemarin lho ospek SMP, mulai gaul, jadi anak radio dll.
Dan sekarang aku udah jadi si anak ‘gadget’ yang nyaris lupa sama asyiknya dengerin radio. Durhaka!

Flashback ke beberapa tahun yang lalu, waktu aku masih kinyis-kinyis dan jadi anak SMP, dengerin radio adalah salah satu hobbyku. Random sih kalo soal radionya apa, yang jelas harus ‘kekinian’ waktu itu.

Masa dimana lagu-lagu hits Cuma bisa di denger di radio selain MTV Ampuh di TV (Duh jadi kangen VJ Daniel kalo bahas MTV), masa dimana kalo kirim sms atau telpon ke radio buat salam-salam dan request lagu adalah masa-masa gaul yang super kekinian waktu itu. Pokoknya masa-masa indah ketika hidup Cuma diisi soal sekolah, hobby, cowok dan seambrengan hal-hal menyenangkan lainnya. God! I missed it!

Dulu bisa semaleman dengerin radio tuh, pake radio gede punya bapa yang kalo ngatur frekuensi, antenanya harus kita atur-atur dulu. Lucu deh kalo diinget, dan sekarang radionya udah pensiun karena kalah sama walkman, lalu handphone. Sedih.

Kalo difikir-fikir, daripada maenan gadget lebih asyik stay di radio sih, kayak malem ini mendadak aja rasanya pengen nyalain radio di handphone nokia miniku. Stay di 101.3 Marta FM dan kebetulan bahasannya lagi soal Pillow Talk, udah nggak ngeh siapa Djnya sekarang. Kalo dulu hafal banget Dj satu persatu acara di radio style, Emdikei atau Marta, kalo sekarang mungkin seiring umur nambah tua, otak makin pikun, terus banyak perubahan juga di radionya, udah nggak ngeh deh pokoknya.

Oh Fix, kangen DJ Indi kalo inget begini.

Dj Indi, Dj style dengan acara andalannya waktu itu ‘BH Indi’ alias ‘Buku Harian Indi’ bener-bener jadi jam wajib radio buat aku. Lupa lagi sih jamnya jam berapa, tapi malem kalo nggak salah. Di acara itu kita bisa sharing, curhat soal apapun dan kak Indi yang coba ngasih solusinya. Standar sih emang, tapi booming banget acaranya waktu itu. Dan psst! Aku pernah lho telepon pake telpon rumah buat curhat soal gebetan ke Kak Indi. Hahaha. Pardon ya, maklum kelabilan masa ABG.

Banyak hal yang berubah terlalu cepat selama ini. selain soal radio ya tentunya..

Yang aku rasa paling dominan ya soal gadget, dulu nggak akan pernah kefikiran bisa streaming lewat handphone, bisa nyimpen lagu sebanyak di database radio di handphone dan lain sebagainya.
Everything has Change.

Changes. Scares Me.

Disadari ataupun nggak, perubahan yang terlalu cepat dan signifikan sangat menakutkan. Mungkin sekarang radio yang mulai sepi ditinggalkan para penikmat gadget, nanti bisa jadi gadget itu sendiri yang hilang dari peradaban karena sesuatu yang baru yang lebih canggih kan?

Karena hidup akan terus berjalan maju, tak peduli seberapa keras kita memintanya untuk berhenti.

Yang bisa dilakukan selain mengukir kenangan, ya memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Tuhan tidak akan memberi satu detik yang sama pada setiap jamnya.

Dan karena hidup memang terus berlalu dengan waktu yang tidak mungkin terulang kembali.




Baca Selengkapnya → Apa Kabar Radio?
confused

Ketika Si Bodoh Jatuh Cinta

Thursday, March 24, 2016
Jangan pernah meminta siapapun untuk memahami perasaanmu.
Itu poinnya.
Karena ternyata, kadang diri kita sendiripun tidak bisa mengerti perasaan macam apa yang kita rasakan.
Bisa saja cinta tapi kita memungkirinya mati-matian dan butuh waktu yang lebih lama dari orang normal untuk mengakuinya. What a stupid thing!
Dan sebagai orang bodoh ke-sekian, bolehkah aku juga memungkiri perasaan yang ada dalam bagian organ tubuhku?
Bolehkah aku sebagai orang bodoh memungkiri bahwa aku jatuh cinta?

Tidak ada orang yang pintar dalam urusan cinta. Itu kenyataannya.
Tapi dalam cinta ada orang bodoh, ya semacam aku inilah.
Tapi bodoh bukan berarti alfa dari alasan, karena aku memilih untuk menjadi bodoh tidak lepas dari alasan. Aku punya alasan, dan itu jelas!

Meskipun aku tidak ingin mengungkapkan alasan itu dalam tulisan ini, yang bisa aku ungkapkan hanyalah, terkadang untuk menerima bahwa kita telah jatuh cinta lebih sulit daripada menerima kekalahan.

Aku memilih untuk menjadi si-bodoh dan tetap berjalan di jalanku sendiri, menjauh dari apapun tentang dia. Bukan untuk siapa-siapa, tapi tak lebih untuk membatasi hatiku sendiri, agar tidak terjatuh lebih jauh sebelum rasanya akan menjadi semakin sakit.

Walau harus diakui, aku dan patah hati memiliki korelasi yang cukup baik. Karena saking terlalu seringnya aku patah hati, tapi bukan berarti aku kebal dan mampu kembali bangkit dalam hitungan detik setelah terjatuh. Kalian boleh kecewa, tapi kenyataannya aku memang tidak sekuat itu.

Pengecut adalah kata yang mungkin patut disematkan kepadaku. Bagaimana tidak? Cerita belum dimulai dan aku sudah memilih untuk selesai. Aku tak sangguo untuk sekedar membuat prolog dalam cerita ini, aku terlalu naif, tapi demi Tuhan, aku hanya tak ingin lebih jauh terluka dari saat ini.

Jangan meminta siapapun memahamimu, bahkan pada waktu sekalipun!

Aku mulai berhenti menyukai kisah dengan ending yang bahagia.
Aku mulai berhenti membaca novel-novel roman dengan kisah yang cheesy, dimana si pria akan kembali pada si wanita pada akhirnya dan mereka hidup bahagia. EVER AFTER!
Aku mulai berfikir untuk merubah ending cerita yang saat ini sedang ku tulis dengan ending yang tidak membahagiakan.
Aku ingin, karena realitanya hidup memang seperti itu kan?
Tidak selamanya si pria dan si wanita bisa bersama dan bahagia sampai akhir.
Tidak selamanya kisah cinta berawal dan berakhir dengan tokoh yang sama.
Tidak selamanya.






Baca Selengkapnya → Ketika Si Bodoh Jatuh Cinta

Labels

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Warung Blogger

Warung Blogger

Kumpulan Emak Blogger

img.emoji { height: 1em; width: 1em; margin: 0 .05em 0 .1em; vertical-align: -0.1em; }