Review Film Ketika Mas Gagah Pergi

Saturday, February 06, 2016
The Memorable Film
versi Dita

http://movie.co.id/wp-content/uploads/2015/07/Ketika-Mas-Gagah-Pergi-200x290.jpg

Well, siapapun yang pernah baca karya-karyanya Mbak Helvy Tiana Rosa, pasti punya ekspetasi yang tinggi soal film ini. apalagi kalo diinget, novelnya sendiri terbit dan booming sebelum tahun 2000an dan baru sekarang dibikin film. Udah kebayang dong segimana detailnya pembuatan film ini?

Dan ketika nonton filmnya emang bener-bener sesuai ekspetasi. Meskipun aku belum sempet baca novelnya, tapi cukup dengan lihat filmnya aku udah bisa nebak kalo filmnya sesuai sama novelnya. Khas Mbak Helvy sekali.

Kata beberapa orang yang pernah baca novelnya, emang bener kok. Film ini nggak ada yang keluar jalur. Sesuai sama novelnya. Nggak kayak sebagian besar film yang diadaptasi dari novel, kadang ada beberapa adegan atau malah ceritanya yang nggak sesuai. Keluar jalur dan mengecewakan.

Sampai disini, Mbak Helvy bener-bener bikin aku takjub. Nggak heran butuh waktu lama sampai film ini sampai ke penonton.

Adegan demi adegan dalam film ini bikin aku betah duduk berpuluh-puluh menit menikmatinya. Ditambah dengan akting natural para pemainnya. Sederet nama-nama baru yang belum aku kenal sebelumnyapun bisa memainkan perannya dengan sangat memukau. Hamas Syahid dengan peran Mas Gagahnya yang membuat aku tak hentinya merapal doa agar jodohku kelak bisa sesoleh dia. Atau Masaji Wijayanto yang berperan sebagai Yudistira atau Yudi yang membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihatnya. Juga para pemain kawakan lainnya yang membuat film ini semakin ‘manis’ saat ditonton.
Masaji Wijayanto as Yudi
http://cdn0-a.production.liputan6.static6.com/medias/1073443/big-portrait/b68e3e62e3ea5642d269d7b23c12ca8carge_.JPG

Hamas Syahid as Mas Gagah
http://cdn0-a.production.liputan6.static6.com/medias/1073438/big-portrait/6dc6d31b84b9a95125bbceb23e662177arge_.JPG


Aquino Umar as Gita Ayu Pratiwi
https://s-media-cache-ak0.pinimg.com/736x/1e/2f/62/1e2f62dec3028c0b43593af3f8efd065.jpg
Selama lebih dari satu setengah jam, kita sebagai penonton tidak merasa digurui sama sekali, meskipun sebagian besar adegan dalam film itu isinya memang penyampaian agama atau dakwah. Tapi karena begitu pintarnya Mbak Helvy dan para kru dalam ‘meracik’ film ini, adegan dakwahpun tidak terasa membosankan sama sekali. Apalagi kalau Masaji yang dakwah. Dan ntah kenapa, tiap kali ada adegan Masaji sebagai Yudi dakwah di dalam bus itu kelihatan manis sekali dimataku *LOL

Harus diakui kalau film ‘Ketika Mas Gagah Pergi’ ini lain dari film yang bertema religi lainnya. Fokus dan tujuan filmnya sih sama, tapi feelnya beda. Makanya nggak heran filmnya memorable banget buat aku.

12 Tahun mbak Helvy memperjuangkan film ini. nggak sedikit lho tawaran yang diterima Mbak Helvy untuk memfilmkan cerita Mas Gagah ini, tapi dengan selera mereka, artinya dengan mengubah beberapa isi cerita. Jelas aja Mbak Helvy nggak mau, sebagai orang yang principle semenggiurkan apapun tawaran itu, kalo ceritanya nggak sesuai sama isi novelnya ya buat apa? Lha wong tujuan Mbak Helvy ini kan Dakwah. Makanya nggak heran deh beliau ini disebut penulis pejuang islam. Prinsipnya nggak kalah sama tumpukan materi. Salut deh Mbak!

Ada beberapa kejutan yang didapet penonton di akhir film. Salah satunya yaitu, adanya dedikasi untuk ketiga orang yang mensupport  Mbak Helvy untuk  memperjuangkan film ini. diantaranya adalah, Alm. Didi Petet,Alm Choerul Umam dan Alm. Pepeng Ferrasta. Ketiganya memiliki peran penting dalam pembuatan film ini.

Kejutan lain adalah adanya spoiler untuk film ‘Ketika Mas Gagah Pergi Part 2’. Sempet heran juga sih, kok ada part 2nya? Perasaan pas liat poster filmnya nggak ada tulisan part 1 deh, oke abaikan!

Di akhir film emang menggantung sih, nanggung banget dan bikin yang nonton nggak sabar buat lanjut nonton part 2nya. Aduh, kapan dong rilisnya? Gemes!

Tapi ya okelah, nyoba disabar-sabarin aja ya, walaupun udah kangen lagi sama Mas Gagah dan Yudi. Nanti kita jumpa lagi ya abang-abang solehah? *KISS*

Karena filmnya udah masuk kategori memorable menurut aku, pas lah ya kalo dikasih nilai 9 dari 10. Sempurnah!

Tunggu buat part 2nya yaJ




You Might Also Like

0 komentar

Hi Terimakasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar ya :)
Tapi jangan kasar-kasar, jangan ada link hidup juga karena udah pasti aku block.
komentar ya baik-baik aja, kritik boleh tapi sampaikan dengan bahasa yang baik. salam :)

Labels

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Warung Blogger

Warung Blogger

Kumpulan Emak Blogger

img.emoji { height: 1em; width: 1em; margin: 0 .05em 0 .1em; vertical-align: -0.1em; }