Bapa, always be My King

Friday, February 26, 2016
I  may find my prince, but My dad will always be my King.

Bapa adalah orang pertama yang akan mengatakan ‘tenang teh ada bapa’ di setiap kondisi lemahku atau pada masalah yang aku hadapi. Ntah apapun itu.

Bapa adalah orang yang akan berada di posisi paling depan untuk membelaku saat ada orang yang menyakitiku. Berbeda dengan mama yang lebih lembut dan rasional, bapa dengan sikap kerasnya adalah orang yang selalu membuatku merasa aman hanya dengan meyakini bahwa bapa ada di dekatku.

Tidak peduli sebesar apapun masalahku, bapa akan selalu menenangkanku, meyakinkanku dan menguatkanku.

Tenang ada Bapa..

Ya. Sebagai satu-satunya pria dalam keluarga dan merupakan kepala keluarga, bapa memang menjalankan perannya dengan sangat baik. Walau saat ini beliau tidak lagi segagah dulu, tidak lagi sekuat dulu, tidak lagi sesehat dulu. Tapi bapa tetaplah bapa. Yang akan selalu merelakan apapun yang dimilikinya demi anak-anaknya.

Bapa adalah cinta pertama sekaligus cinta terakhirku.

Aku bahkan ingat saat dulu beliau masih begitu gagah dan aku menyukainya. Mencintainya, mengaguminya dan bangga memilikinya.

Aku bahkan masih ingat saat dulu aku begitu sombong membanggakan bapa di depan teman-temanku. Karena memang bapaku luar biasa.

Aku masih ingat setiap detiknya.

Dan sampai saat inipun, tak peduli seberapa besar perubahan kondisi kami, bapa adalah cinta pertamaku.

Walau badannya mulai ringkih dimakan usia. Walau raganya tak lagi sekuat dulu karena sakitnya, dimataku bapa tetap sehebat dulu.

Karena sampai detik inipun, bapa akan selalu melindungiku dari setiap masalah yang aku hadapi. Dia menukar apapun yang dia miliki dalam hidupnya hanya untuk membuatku tetap bisa hidup dengan tenang. Dan harus aku akui bahwa aku adalah orang yang beruntung karena memilikinya dalam hidupku.

Bapa memang bukan orang yang bisa dekat dengan anak-anaknya seperti mama, Bapa cenderung lebih defensif dan dingin. Tapi beliau adalah yang terhebat dimataku. Kedua setelah mama.

Maka akupun tak meminta banyak pada Sang Pemeluk Takdir.

Aku hanya meminta agar waktuku cukup untuk membuat Bapa bangga padaku, membahagiakannya, mengajaknya ke tempat manapun yang ingin dikunjunginya sesuai janjiku selama ini.

Dan hanya sebaris doa yang selalu menghiasi waktu usai solatku. Teruntuk Bapa.

“Ya Rabb, aku mohon jangan ambil bapa sebelum aku sempat membuatnya selalu tersenyum, sebelum aku membuktikan padanya bahwa aku bukan gadis kecil keras kepalanya lagi, dan sebelum aku memberinya kebahagiaan saja dalam hidupnya.


Dekatkan aku selalu pada cinta pertamaku, Ya Rabb. Dia malaikatmu yang aku sebut, Bapa.”


You Might Also Like

0 komentar

Hi Terimakasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar ya :)
Tapi jangan kasar-kasar, jangan ada link hidup juga karena udah pasti aku block.
komentar ya baik-baik aja, kritik boleh tapi sampaikan dengan bahasa yang baik. salam :)

Labels

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Warung Blogger

Warung Blogger

Kumpulan Emak Blogger

img.emoji { height: 1em; width: 1em; margin: 0 .05em 0 .1em; vertical-align: -0.1em; }