Fresh

Godaan Iman Itu bernama.....TOKOPEDIA

Tuesday, January 26, 2016

http://blog.adhityatri.com/wp-content/uploads/2015/06/87447122344Untitled-1.jpg


Sejak belanja online mulai jadi lifestyle orang Indonesia, ntah kenapa aku juga jadi ikut-ikutan hobby belanja online. Mulai dari baju, case handphone, sampe bola gym.

Apalagi setelah install tokopedia di HP. Beuhh..udah kayak lingkaran setan pokoknya. Buka dikit aplikasinya, duit keluar dompet. Hidup lo kelar!

Sempet kefikiran buat uninstall. Tapi gimana ya? Kok perasaan nggak rela aja. Soalnya pernah kepaksa di uninstall karena HP masuk service pas garansi, nah pas HP nyala lagi, aplikasi yang pertama kali di install bukan Whatsapp atau BBM. Tapi ya Tokopedia, yang kedua baru Wattpad.

Jadi ya percuma aja.

Udah kayak keranjingan banget belanja di Tokped (Tokopedia –red), macem bayi yang keranjingan minum susu formula. Pokoknya najong banget nagihnya itu aplikasi.

Parahnya lagi, ketika mulai berjuang buat stop kecanduan dari Tokopedia, godaan tersulit itu datang.

Aku biasanya payment Tokped lewat Indomart. Karena nggak ribet harus transfer ke bank dan nggak ganggu uang di ATM. Kalo indomart kan bisa sekalian jajan maksudnya. Tapi ternyata dari sana godaan itu datang.

TOKPED KASIH GIFTS GRATIS SETIAP KALI  TRANSAKSI TOKPED DI INDOMART.

https://pbs.twimg.com/media/CYpge3-U0AAXskP.jpg


Gifts.

Gratis.

GRATIS Pemirsah.

Siapa nggak mau? Jangankan gratis, beli kaos kaki yang buy 1 get 1 aja aku kegoda kok. Apalagi ini dapet snack gratisan. Oportunis sekali kan Hayati, Mak?

Dan lingkaran setanpun semakin menjerat. Bikin aku makin susah buat Move on dari Tokped. Mau nggak mau pasrah karena tiap kali dapet gratisan dari Tokped, bawaannya tuh pengen belanja lagi dan lagi. Janaham banget nagihnya Tokpeddd!!!







Baca Selengkapnya → Godaan Iman Itu bernama.....TOKOPEDIA
CeritaLama

He's Back, God..

Monday, January 25, 2016
Tuhan..
Terimakasih untuk kasih sayang dan berbagai keajaiban yang terjadi dalam hidupku atas ijinMu.
Hari ini seperti menjadi akhir dari penantianku atas maaf yang aku ucapkan dari bebeapa waktu lalu kepada seseorang.

Seseorang yang dulu pernah begitu dekat denganku.
Seseorang yang dulu akan selalu sabar mendengar curahan hatiku sampai tengah malam.
Seseorang yang dulu tidak pernah protes setiap kali aku mengajaknya menghabiskan waktu di kedai kopi sederhana hanya untuk menemaniku menulis atau sekedar mendengarku berceloteh tak tentu arah.
Seseorang yang dulu selalu menemaniku dalam merintis usaha kecilku. Mengantarku dengan Suzuki Katana nya ke beberapa tempat yang tidak mungkin aku jangkau dengan sepeda motor.
Seseorang yang dulunya aku fikir hanya bisa menghambat karirku.
Sekaligus...
Seseorang yang kepergiannya membuat satu lubang bernama penyesalan bersemayam lama dalam dadaku.

Satu kata maaf yang aku sadar tidak akan mengubah kondisi apapun. Begitu pula dengan luka yang aku tinggalkan di hatinya.

Satu yang aku sesali saat itu.

Status kami yang berubah dari sahabat jadi pacar. Membuat kami sejauh langit dan bumi ketika kami gagal dalam hubungan ini.

Tapi malam ini, dengan begitu baiknya dia kembali menghubungiku. Menjalin kembali ikatan silaturahmi yang sempat terputus karena dosa besar yang kuperbuat padanya.

Terimakasih Tuhan, terimakasih karena sudah membalikan hatinya. Membuatnya memaafkan salahku tanpa syarat.

Terimakasih sudah mengembalikan satu sosok sahabat yang berharga dalam hidupku.

Yang selalu membuatku lebih baik dari waktu ke waktu.

Tanpa ijinMu, aku rasa ini mustahil.
Satu pelajaran yang aku ambil atas kejadian ini, Jangan pernah mencari yang sempurna, karena kesempurnaan seseorang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang seorang manusia. Hanya Tuhan yang tahu.


Baca Selengkapnya → He's Back, God..
film

Review Film 'Ngenest', Ngetawain Hidup Ala Ernest

Saturday, January 23, 2016
Akhir tahun kemarin, pas stand up comedy lagi booming-boomingnya.  Aku ngefans banget sama salah satu komika yang cina banget wajahnya. Yak, siapa lagi kalo bukan Ko Ernest Prakasa? Sukak banget sama koko yang satu itu. Dan berawal dari suka itulah aku jadi rajin stalking instagramnya si koko ganteng.

http://biodatanet.com/wp-content/uploads/2015/10/Biodata-Ernest-Prakasa-Juri-Stand-Up-Comedy-Academy-Indosiar.jpeg


Nggak nyangka sama sekali ternyata Ko ernest udah punya 2 anak. Yang paling gede, Sky Tierra Solana malah udah 6 tahun. Bener-bener baby face ya. Kadang suka ngiri sama orang cina keturunan ya gitu. Rata-rata wajah mereka baby face gitu lah.

Nah, hasil dari stalking itulah, aku dapet info ternyata ko Ernest jadi sutradara untuk filmnya sendiri. Yang diadaptasi dari novel dengan judul yang sama. Makin nambah deh ngefansnya sama Ko Ernest. Multi talenta banget, Ko *kiss*

Nah, setelah nunggu sekitar 2 bulanan, film yang ditunggu-tunggu itupun rilis juga. Meskipun belum pernah baca bukunya Ko Ernest, aku udah tahu garis besar cerita filmnya. Nggak lain dan nggak bukan ya kisah hidupnya Ko Ernest sendiri. Suka dukanya jadi kaum minoritas yang sering dibully di masa sekolah.

http://www.warnaplus.com/wp-content/uploads/2015/12/Poster-NGENEST-The-Movie.jpg


Sebelum film dimulai, udah kebayang pasti bakal sakit perut saking banyak ketawa pas nonton nanti. Secara genrenya emang komedi, terus sutradaranya seorang Komika terkenal juga kan? Udah pasti lah ya, siap-siap aja mata berair dan mulut pegel saking kebanyakan ketawa.

Overall. Keseluruhan film ini bagus sih. Jokesnya nggak garing dan apik banget diaturnya. Sampe di satu scene serius yang aku fikir nggak akan ada joke, eeh ternyata ada. Dan itu bener-bener lucu. Yaitu pas Meira nunjukin tespack dengan hasil positif pada Ernest. Nggak kefikiran sih bisa bikin joke dari sana. Atau apa emang udah ada di bukunya ya? Ntahlah aku belum baca soalnya hehehe.

Dari segi cerita juga lumayan oke.

Lala Karmela, setau aku dia penyanyi. Tapi pas liat actingnya di film ini, aku sempet bengong juga. Nggak nyangka ya Lala actingnya bagus. Mendalami juga. Lala udah bener-bener kayak seorang wanita yang merasa kecewa karena suaminya memutuskan untuk menunda punya anak.

Pokoknya, totally perfect.

Walaupun chemistry Ernest-Lala di film ini nggak berasa. Tapi ya sudahlah, yang penting filmnya nggak terlalu jauh dari ekspetasi aku sebagai penonton yang belum pernah membaca novelnya.

Pas kayaknya kalo ngenest aku kasih nilai 8 dari 10.

Good Job, Ko! Berprestasi terus ya Ko Ernest.


*jubjub*
Baca Selengkapnya → Review Film 'Ngenest', Ngetawain Hidup Ala Ernest

Jadilah Orang Kaya, Dapatkan Pengakuan!

Saturday, January 16, 2016
Hari ini aku belajar banyak.
Tentang apa yang tidak aku dapatkan di bangku akademik.
Kalau terkadang, uang akan selalu menjadi pemenang dalam hal apapun. Dan bahwa, tanpa uang kita hanya terlihat seperti remah-remah kecil di sudut ruangan. Dekat dengan sampah.
Dalam bahasa yang sederhana, tanpa uang kita sampah!
Ya sampah, tahu kan? Semacam benda menjijikan yang tak ada satupun orang yang menyukai keberadaannya karena bau busuk yang dikeluarkannya.
Tanpa uang, manusia seperti mahluk tanpa harga diri.
Menjijikan.
Tak Berguna.
Dan dibuang...
Sampah!
Tak peduli sekeras apapun aku melawan hukum alam. Kenyataan tetaplah kenyataan.
Aku tidak bisa memilih untuk lahir dari rahim orang yang punya kekayaan seberapa banyak atau memilih untuk tidak dilahirkan ke dunia jika tahu akan lahir dari rahim seorang ibu yang hanya memiliki kekayaan hati.
Demi Tuhan aku tidak bisa memilih!
Tuhanlah yang memiliki hak veto seperti itu. Dan aku tetap bersyukur karena Tuhan memilih mamaku sebagai perantara untukku ada di dunia ini.
Jika mereka mengukur kebahagiaan dengan seberapa besar rumah yang mereka miliki atau seberapa banyak asset mereka, aku mengukurnya dengan cara yang sedikit berbeda.
Cukup dengan seberapa besar kasih sayang orangtua yang mereka berikan dengan cara yang sederhana.
Dan luar biasa.
Selama nyaris 23 tahun hidupku, tak pernah sekalipun aku berfikir ingin mengganti orangtuaku dengan orangtua lain yang lebih kaya.
Sampai pada hari ini.
Hari ini aku belajar bahwa ada satu harga yang harus dibayar untuk sebuah pengakuan.
Orangtuaku mungkin tidak mampu menyediakan tumpukan uang dengan nominal 8-9 angka 0 di belakang hanya sekedipan mata saja.
Tapi sejauh yang aku tahu, tak peduli berapa puluh, ratus, juta, puluh juta, ratus juta atau berapapun itu, mama dan bapa akan selalu meyakinkanku bahwa mereka mampu untuk mencarinya.
Tak peduli separah apa kondisi bapa saat ini, beliau adalah orang pertama yang selalu menunjukan betapa ia mencintaiku dan rela melakukan apapun demi aku. Sekalipun untuk mendapatkan berpuluh-puluh juta hanya untuk kebutuhan akademikku.
Walau untuk sebagian orang pengakuan adalah segala-galanya. Untukku, memiliki mereka saja sebagai sepasang orangtua dalam hidupku, sudah merupakan pengakuan yang sangat indah yang Tuhan berikan.
Dan hari ini, tepat pada malam ini. 00.07. 17 januari 2016 dini hari aku akui, bahwa uang merupakan dewa dari segala dewa yang pernah ada dalam dongeng di masa lalu. Meskipun aku tidak berfikir harus mendewakan uang, nyatanya akan selalu ada berbagai pihak yang harus aku ‘dewa’kan untuk sebuah pengakuan.
Jadi sekarang, siapa yang menjijikan?
Aku atau mereka?
Aku. Ya tentu saja aku. Salah siapa aku miskin?
Akan selalu ada pihak yang mendewakan uang sehingga tidak mampu melihat hal-hal lain diluar itu.
Jadi intinya, Dita Apriliani JADILAH ORANG KAYA, DAPATKAN PENGAKUAN!


Baca Selengkapnya → Jadilah Orang Kaya, Dapatkan Pengakuan!

Labels

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Warung Blogger

Warung Blogger

Kumpulan Emak Blogger

img.emoji { height: 1em; width: 1em; margin: 0 .05em 0 .1em; vertical-align: -0.1em; }