Malam ini Aku mengingatmu..

Wednesday, April 02, 2014


Dear orang baik, apa kabarmu disana ?
Seperti apa keadaanmu saat ini ?
Apakah sehat ?
Apakah tidurmu cukup ?
Apakah pekerjaanmu tidak membuat waktu ibadahmu berkurang ?
Apakah kamu disana sebaik dan sebahagia aku disini ?
Aku harap-YA
Aku harap jawaban dari semua pertanyaanku di atas adalah-YA
Kamu baik dan akan selalu baik-baik saja.
Aku datang kembali bersama beberapa paragraf kalimat ini.
Karena ntah kenapa malam ini aku begitu saja mengingat tentangmu.
YA-aku kembali mengingatmu

Hujan cukup deras saat aku mulai melangkah keluar dari kampusku. Mendung itu teramat begitu jelas, tetesan air yang tak ubahnya seperti air mata dari langit itu begitu deras mengguyur tanah yang menjadi tempatku berpijak. Aku selalu suka hujan. Apa kamu ingat ? Aku suka hujan. Karena dulu kita punya begitu banyak kenangan dengan hujan.

Sejenak aku menengadah ke langit merasa betapa keras air menampar wajahku. Seperti beberapa waktu lalu. Aku merasa ditampar dengan begitu keras saat aku tahu kamu memilihnya daripada aku. Sakit. Perih. Mungkin tetesan hujan yang jatuh dari langit bisa menggambarkan sakit hatiku selama itu. saat musim belum berganti. Saat iklas belum juga datang dan menjadi jawaban.

Tuhan berkehendak menurunkan tetes demi tetes air hujan dari langit. Agar manusia bisa belajar dan belajar. Ketika air hujan dijatuhkan dari atas sana –langit- jejaknya tidak akan hilang begitu saja. Tentunya genangannya tetap berjalan mengikuti alurnya sampai bermuara ke lautan. Dengan kuasa Tuhan pula air hujan yang telah berbentuk menjadi air muara tersebut kembali dinaikan ke atas langit.tepatnya di awan. Jadi kenapa aku tidak memilih seperti air hujan ? tetap mengalir mengikuti alurnya  sesuai takdir yang telah Tuhan gariskan untukku. Mungkin saat kamu pergi, itu saat dimana aku dijatuhkan dari langit, menjelma menjadi tetes-tetes air hujan yang bermuara di lautan yang luas. Dan saat ini bisa aku bilang adalah proses dimana aku –tetes air hujan yang telah bermuara di lautan- sedang menjalani prosesnya untuk kembali naik ke atas. Semua tentu ada waktunya. Setiap proses pasti memerlukan waktu yang tentunya memiliki rasa dan efek yang berbeda.

Kamu jangan pernah lupa, saat dulu kamu buat aku jatuh. Aku bangkit sendiri lho. Tanpa kamu, tanpa tangan kekarmu yang biasanya dengan setia menggenggam tangaku saat aku takut, sedih dan ragu. Tanpa matamu yang menguatkan, tanpa kekarnya badanmu yang dulu selalu menjadi tameng untuk melindungiku. Semua aku lakukan sendiri. Tanpa kamu. Dan harus terbiasa tanpa kamu. Kamu tahu ? bukan hal yang mudah untuk membiasakan diri tanpa kehadiranmu. Tanpa adanya kamu yang dulu selalu ada dalam setiap keputusan penting dalam hidupku.

Dan tiba-tiba saja malam ini aku ingat kamu..

Bukan karena hujan. Bukan karena prosesnya yang sama mengikuti takdir.

Tapi karena malam ini aku bersama orang-orang yang mungkin selalu jadi prioritas dalam hidup kamu. Orang-orang yang tidak pernah kamu lupa sebutkan namanya saat kita bicara. Orang-orang yang selalu membuatmu bahagia dan bersemangat. Orang-orang yang selalu membuatmu ingin pulang lebih cepat dari perantauanmu. Orang-orang yang tidak pernah alpa mendapat kata rindu dari bibirmu. Ya, mereka sahabatmu. Sahabat yang selalu kamu ceritakan dengan mata yang berbinar kepadaku. Membuatku kadang cemburu karena melihat begitu berartinya mereka dimatamu. Menyadari betapa pentingnya mereka untuk hidupmu. Dan beberapa kalimat terakhir yang kamu sampaikan padaku. Kamu ingin bersama mereka. Menghabiskan masa cuti kerjamu yang hanya beberapa hari. Penyesalan datang padaku, mengingat dulu aku begitu protektif melarangmu terlalu banyak menghabiskan waktu bersama mereka dan membuatku merasa kamu acuhkan. Aku menyesal sekarang. Bukan, bukan karena akhirnya aku kehilanganmu. Tapi karena baru aku sadar sahabat memang segalanya. Sumber kekuatan, tempat berbagi, bahkan bisa menjadi sandaran ketika kita lemah. Dulu aku bodoh karena aku fikir kamu segalanya. Hanya ada kita, tanpa oranglainpun aku rasa kita akan baik-baik saja. Tapi aku salah. Aku sadar sedetik setelah kamu pergi. Disaat aku terjatuh dan hancur, bukan kamu yang aku fikir adalah segalanya yang menguatkanku. Tapi mereka. Sahabatku, dan tentunya beberapa sahabatmu juga. Sukur alhamdulilah mereka begitu baik dan mengerti.

Malam ini aku mengingatmu..

Bersama mereka terasa begitu menyenangkan. Bisa berbagi tawa, cerita, dan tentunya keluh kesah tentang apapun. Aku selalu menyukai apapun bahasan yang mereka biacarakan. Aku selalu menyukai cara mereka menghormati satu sama lain. Dan aku tahu, hal semacam ini yang selalu kamu rindukan dari quality time seperti itu.

Cepat pulang dan temui mereka. Bukan, bukan karena aku ingin melihatmu kembali. Tidak. Karena sejujurnya, dalam setiap doaku, aku tidak pernah lupa untuk meminta agar kita tidak pernah dipertemukan lagi. Aku merelakanmu pergi, tapi aku tidak pernah merelakan kita untuk bertemu kembali. Cukuplah semua kenangan yang manis untukku dan menjijikkan untukmu aku simpan dalam-dalam dan aku tutup  serapat-rapatnya. Kamu hanya perlu menemui mereka. Bukan aku. Temui mereka. Karena tidak akan pernah ada sahabat sebaik mereka. Sebanyak apapun temanmu di perantauan sana.

Pulanglah, mereka membuka tangan seandainya suatu saat kamu datang pada mereka. Aku mengingatmu dalam malam ini, karena seharusnya kamu yang ada di posisiku saat itu. berkumpul dengan mereka yang kamu sayangi seumur hidupmu. Bukan aku yang hanya jadi cameo dalam kehidupanmu.

Cepat pulang,

Jangan menjadi orang asing yang pastinya akan kamu sesali seumur hidupmu.
Cukup dariku. Bukan pengharapan, sebut saja ini pengingat untukmu.


Best Regads
DITA APRILIANI


You Might Also Like

0 komentar

Hi Terimakasih sudah mampir. Jangan lupa tinggalkan komentar ya :)
Tapi jangan kasar-kasar, jangan ada link hidup juga karena udah pasti aku block.
komentar ya baik-baik aja, kritik boleh tapi sampaikan dengan bahasa yang baik. salam :)

Labels

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Warung Blogger

Warung Blogger

Kumpulan Emak Blogger

img.emoji { height: 1em; width: 1em; margin: 0 .05em 0 .1em; vertical-align: -0.1em; }