LoveLife

Sekelumit Cerita Tentang 'Cinta Tapi Beda'

Sunday, September 21, 2014
Seperti lovelife-lovelife sebelumnya. Hadinya lovelife ini pasti ada latar belakangnya juga.

Berawal dari kisah masa lalu. Seberkas kenangan tentang sosok seseorang yang masih ada dalam ingatanku sampai saat ini.

Yang mencuri beberapa tahun waktuku dengan goresan-goresan tinta penuh kenangan.

Kenangan manis, kenangan menyebalkan. Mainstream. Ala-ala pacaran anak sekolah.

Seperti kebanyakan pasangan lainnya. Hubungan kami punya masalah. Seperti kerikil-kerikil kecil yang selalu ada dalam setiap kisah cinta. Dimanapun. Dan siapapun.

Mulai dari sifat cueknya dia, kesibukannya, sifat childishku, manjanya aku yang sering membuat emosinya meledak-ledak.

Tapi semua kerikil itu tidak pernah membuat kakiku sakit ketika menapakinya.

Sampai saat aku menyadari satu hal.

Kami, dua orang manusia dengan latar belakang yang berbeda.

Beda Agama, beda suku, beda prinsip dan beda-beda yang lainnya.


Kerikil kecil itu berubah menjadi batu tajam yang membuat kakiku terluka.

Berdarah sampai nyaris tak berbentuk.

Semua kenangan menyakitkan ini menguap kembali begitu saja saat kami kembali berkomunikasi baru-baru ini. –tentu saja atas sepengetahuan wahyu-

Awalnya hanya sebagai teman lama. Tapi semakin sering kami bicara, kenangan itu semakin sulit untuk tidak muncul kembali ke permukaan. Sampai akhirnya, membuatku kembali terpojok dalam luka masa lalu. Tidak bisa dipungkiri. Sedikitnya rasa itu masih ada. Sakitnya masih terasa.

Wahyu, seperti biasa. Selalu mengerti dan memahami. Memberi pilihan jika seandainya aku ingin pergi.

Tapi rasanya mustahil. Kami terlalu berbeda. Kerikil yang sudah menjelma menjadi batu-batu tajam itu sudah terlalu menyakitkan kakiku. Membuatku tidak ingin kembali memilih jalan yang salah.

Seperti yang di bilang, beda agama masih bisa diatasi. Tapi perbedaan suku diantara kami, sampai kapanpun tidak akan pernah berubah.

Dia pernah menjelaskan segala sesuatunya dengan rinci kepadaku. Sesuatu menyakitkan yang bahkan tidak setengahnyapun bisa aku fahami. Yang bisa aku tangkap hanya soal marga. Marga yang tidak kumiliki dan harus aku beli dengan cara yang tidak mudah.

Dan sekali lagi. Kita tidak bisa memainkan takdir. Sesulit apapun prosesnya, tentu akan terbayar jika kita bisa bersanding dengan orang yang kita sayang.

Tapi bukan itu poinnya, setelah perdebatan panjang, tidak ada satupun dari kami yang mengalah untuk mengikuti agama yang lain. Keduanya keukeuh. Keduanya tetap pada pendiriannya masing-masing.

Poin pentingnya, kami tidak akan pernah bisa memiliki masa depan dengan perbedaan yang satu itu. Tidak akan ada satu KUApun yang akan menerima kami. Menyakitkan dan miris.

Belum lagi perasaan orangtua yang harus kami jaga. Semuanya terlalu tidak mudah.

Terlalu banyak yang akan sakit jika kami memaksakan ini.

Karena demi Tuhan,Aku masih ingin tetap pada keyakinanku. Dan begitupun sebaliknya.

Dengan segala pertimbangan itulah aku memutuskan untuk tetap pada jalanku saat ini, bersama seseorang yang mencintaiku tanpa syarat. Seseorang dengan mata sipit yang selalu mendukung setiap keputusanku, seseorang yang selalu ada dan menjadi pendengar yang baik.

Sesorang yang melengkapi semua kekuranganku.

I’m so glad with you, terimakasih sudah begitu memahami segala kelabilanku, ketidakpastianku dan egoku yang meledak-ledak.

Terimakasih untuk foto mesranya yang membuatku marah dan cemburu dalam seketika. Tapi kemudian menyadari bahwa aku sudah mulai posesif padamu. Terimakasih sekali lagi, sudah membuatku sadar dengan cara unik dan luar biasa.


Loving you, selalu, WMA <3
4-1-2014
Cici Koko
Final Love




Sincerely yours,


Dita Apriliani
Baca Selengkapnya → Sekelumit Cerita Tentang 'Cinta Tapi Beda'
General

jadilah penulis yang berwawasan

Wednesday, September 10, 2014
sumber : google

Jadi penulis benar-benar harus berwawasan. Banyak membaca, mencari tahu, bahkan melakukan riset.

Aku benar-benar merasakannya saat ini.

Seperti yang pernah diungkapkan seorang penulis favoritku. Christian Simamora. Saat menulis pillow talk, Bang ino-Christian Simamora- benar-benar melakukan penelitian tentang bisnis online yang menjadi pekerjaan si tokoh utama dalam pillow talk.

Sebagai penulis pemula alias newbie,

Aku juga merasakannya.

Sampai ke bagian terkecilnya.

Contohnya novel yang saat ini sedang kutulis, heartbreaker dan just a feeling.

Heartbreaker, aku harus mencari tahu, bahkan mewawancarai seorang DJ asli untuk novelku ini. Karena salah satu tokoh penting dalam novelku bekerja sebagai Disc jokey. Aku harus tahu apa saja yang harus dilakukan untuk menjadi seorang DJ, apa saja kesulitannya saat belajar, alat apa saja yang dipakai dan bagaimana cara menggunakannya. Ribet kaaan ? tapi ya itulah seninya. Menulis tidak hanya menghibur pembaca tapi juga bisa memberikan wawasan untuk pembaca.

Selain itu juga, untuk heartbreaker secara khusus aku mempelajari tentang penyakit maag dan asma. Apa penyebabnya, bagaimana gejalanya, apa saja yang harus dilakukan saat sedang kumat, obat atau terapi apa yang digunakan. Tentu itu menjadi hal yang sangat penting mengingat si tokoh utama dalam –heartbreaker- diceritakan menderita kedua penyakit tersebut.

Apa itu menunjang cerita ?

Tentu saja ya. Misalnya untuk novel just a feeling aku banyak mencari tahu tentang industri musik di indonesia, bagaimana proses pengumpulan materi sampai launching album. Apa saja tugas manajer seorang artis dan tetek bengek lainnya. Tentu saja menunjang cerita. Karena jika kita memiliki wawasan tentang apa yang kita tulis tentu saja itu akan membuat cerita yang kita buat menjadi lebih hidup.

Apa itu mudah ? tentu saja tidak.

Mencari DJ di kota kecil seperti Tasikmalaya, bukan hal mudah, tapi beruntung karena saku punya teman seorang wartawan. Dengan relasinya akhirnya bisalah ketemu sama si teteh Djnya. Ikutan wawancara dan akhirnya tambah wawasanya. Menarik kan ?

Intinya, jangan pernah berhenti untuk berusaha. Menulislah dengan hati. Aku juga bukan penulis profesional, tapi menulis adalah passionku, saat menulis aku merasa ‘inilah zona nyamanku’ jadi kenapa harus merasa sulit untuk melakukan apa yang kita suka ?

Keep Fight J
Salam Sayang, hug and kiss kiss


Dita Apriliani
Baca Selengkapnya → jadilah penulis yang berwawasan
General

Gubgib-Mario, bentuk cinta yang mengagumkan

Wednesday, September 10, 2014
Gubgib Sumontip, Bentuk Cinta yang mengagumkan

I’m Baaaackkk, setelah lama mati suri dari blog ini *abaikan.

Posting kali ini mungkin udah nggak asing di telinga kita semua. Karena pastinya sudah banyak orang yang menulis tentang Mario dan Gubgib. Ntah tentang ketidaksukaan fans Mario pada Gubgib. Putusnya jalinan cinta mereka yang sudah menginjak tahun ke-9 (Omaygat. Really the cute couple. I Love both) yang jadi kabar terakhir dari mereka.

Banyak orang yang bahagia mendengar kabar ini. Terutama Fans Mario yang dari awal memang tidak menyukai hubungan mereka. Sebagai Fans tentu saja itu hak mereka. Terkadang fans merasa berhak untuk menentukan pendamping yang cocok untuk idolanya. Oke, itu sah-sah saja.

Membahas masalah putusnya mario-gubgib sepertinya terlalu basi (FYI, mereka putusnya tahun 2013. Udah setahun kan ? mau nggak basi gimana coba? Ckck)

Makanya bloggies, disini kita nggak akan bahas soal itu. Sudah terlalu banyak yang bahas. Dan nggak tahu kenapa aku malah lebih tertarik bahas soal Gubgibnya.

Banyak orang bilang Gubgib beruntung banget dapet pacar secakep Mario. Dengan fisik yang memang tidak secantik para lawan main Mario, membuat pernyataan ini tidak terbantahkan.

Tapi beberapa bulan yang lalu aku sempet baca artikel yang isinya surat dari Mario buat Gubgib. Lupa deh websitenya apa -_-

Intinya dalam surat itu, Mario bilang beruntung bisa jadi pacarnya Gubgib, walaupun orang diluar sana banyak yang bilang sebaliknya (Aaaaaa i’m so melted kalo jadi Gubgib).


Cewe ini emang nggak secantik Baifern Pimchanok, lawan main Mario di film First Love, tapi cewek satu ini sangat menarik. She is interesta girl.  Karena kepo aku follow akun instagramnya Gubgib di (gggubgib),  dan ya memang Gubgib punya kelebihan yang mungkin jadi nilai plus dimata Mario.

Dari foto-fotonya di instagram bisa dilihat betapa fashionablenya cewe ini. Makanya nggak heran deh Mario bisa cinta sama Gubgib >_<

Tapi bukan Cuma itu yang menarik.

Aku nemu foto mereka sebelum Mario sekeren dan seterkenal sekarang

Nih fotonya.


Di foto ini Mario-Gubgib keliatan masih ABG gitu ya ? Hihi.

Dari foto ini aku bisa ambil satu kesimpulan soal si-Gubgib ini. Dia jadi pacar Mario jauh sebelum Mario se-Wah saat ini. Sebelum kita mengenal sosok Mario, Gubgib udah jadi pacarnya. Intinya, Gubgib-Mario emang sebuah bentuk cinta yang mengagumkan.

Dua jempol buat Mario, walaupun udah terkenal dan dikelilingi banyak cewek cantik di sekitarnya, Nyatanya Mario tetap bertahan sama Gubgib sampe 9 tahun. Okelah sekarang mereka udah putus. Tapi bukan karena Mario punya pacar yang lebih cantik dari Gubgib Lho ya.

Nggak semua orang akan memilih untuk setia saat posisinya sedang ada di atas. Saat karir, kehidupan dan daya tariknya sedang dalam kata ‘menarik’, terkadang dia lebih memilih mencari orang yang lebih sempurna daripada pasangannya saat itu. Tanpa berfikir, akan sampai mana mencari kesempurnaan seseorang ?

Satu hal yang bisa kita dapatkan dari kisah cinta Gubgib-Mario ini. Yaitu kesetiaan. Yang ntah kenapa semakin kesini semakin mahal harganya.

Kita bisa saja merasa berhak untuk mendapatkan orang yang lebih baik untuk menjadi pasangan kita. Tapi tidak dengan mencampakkan orang yang sudah ada bersama kita sebelum kita ‘seberhasil’ saat ini. Orang yang tetap berada di samping kita saat susah maupun senang.

Karena buat aku pribadi, orang yang tega meninggalkan pasangannya karena ingin mendapatkan yang lebih baik, adalah orang yang paling bodoh yang Merasa dirinya sempurna, luput dari semua kekurangan.



Baca Selengkapnya → Gubgib-Mario, bentuk cinta yang mengagumkan
General

PROLOG- "Bukan Srikandi"

Sunday, May 18, 2014

Bukan Srikandi By Dita Apriliani


PROLOG

Saat ini semuanya menjadi jelas dimata Avery. Laki-laki yang telah bersamanya selama hampir 3 tahun ini memilih pergi bersama wanita lain dan memutuskan hubungan mereka. Saat ini Avery dan Lahel, laki-laki itu tengah duduk di sebuah kafe. Suasana tegang terjadi diantara mereka. Sekuat tenaga Avery menahan air matanya agar tidak jatuh dan membuatnya terlihat lemah di mata Lahel. Berkali-kali Lahel menghembuskan nafas beratnya. Masih dengan wajah dinginnya Lahel menatap lekat wajah Avery. Membuat yang ditatapnya semakin merasa sesak di bagian dadanya.

Tuhan, kuatkan aku

Avery meringis dalam hati. Dirasanya ribuan pisau mencabik-cabik habis hatinya. Membuat dadanya sesak dan seketika kesulitan bernafas. Rasa hangat menjalar di pelupuk matanya. Oh damn ! air matanya tak bisa ditahannya lagi. Meluncur dengan sangat mulus di kedua pipi chubbynya. Sekuat tenaga gadis berwajah oriental itu berusaha untuk menghentikan cucuran air matanya. Ditengadahkan wajahnya ke atas. Berharap air matanya tak lagi keluar dan membuatnya menjadi lemah di depan pria yang telah menyakitinya.

Ingin rasanya saat ini juga ia pergi dari tempat itu, tapi ntah kenapa badannya seperti sulit digerakkan dan ada semacam keinginan yang kuat dalam dirinya untuk diam disana. Berharap Lahel menarik kembali keputusannya dan meninggalkan gadis barunya itu. Dan alhasil, Avery tetap duduk di tempatnya semula. Berperang melawan sakit di hatinya untuk sedikit harapan yang sepertinya memang hanya akan menjadi sebuah harapan.

Lahel tetap dingin. Tetap dengan ekspresi angkuhnya. Matanya tidak lepas memandang gadis di depannya yang sekuat tenaga berusaha menghentikan tangisnya. Lama-lama Lahel jengah, ia membuang pandangannya dan dengan menyebalkan malah asyik dengan smartphonenya tanpa mempedulikan air mata dari gadis yang telah 3 tahun mengisi hari-harinya. Gadis yang dulu selalu ia sayangi sepenuh hati. Gadis yang harus membuatnya jatuh bangun saat mengejarnya dulu. Bukan hal mudah untuk Lahel bisa mendapatkan hati Avery. Terlalu banyak pengorbanan yang ia lakukan untuk mendapatkan gadis itu. dan ketika akhirnya Avery menerima pernyataan cintanya, Lahel bukan main senangnya. Bahagia dan haru dalam waktu yang bersamaan. Bahkan dulu Lahel rela melalukan apapun untuk Avery. Rela mengorbankan apapun untuk membahagiakan gadis itu. Tapi itu dulu. Ntah mengapa saat ini semuanya berubah 180 derajat. Rasa sayang yang begitu besar yang dulu selalu ada untuk Avery, sekarang malah hilang ntah kemana. Rasa ingin bersamapun berubah menjadi rasa ingin berpisah. Lahel kehilangan semua perasaannya untuk gadis yang sekarang tengah menangis di depannya ini. Yang tersisa hanya rasa kesal dan benci yang luar biasa didadanya. Melihat Avery menangispun tak lagi menggugah rasa di hati Lahel. Semuanya sudah terasa tidak benar. Dan keputusan yang sudah ia utarakan beberapa menit yang lalu terasa sangat benar. Dia tak bisa lebih lama lagi bertahan. Lahel sudah tidak bisa lagi mentolerir semua sifat Avery yang dirasanya terlalu over dan drama. Yang ia inginkan hanya perpisahan dan memulai hubungan yang baru dengan Nella. Gadis yang baru dipacarinya 2 minggu ini. Yang membuatnya tega mengucap kata putus kepada Avery. Nella dirasanya lebih baik dari seorang Avery. Nella lebih dewasa. Lebih pengertian. Dan tentunya Nella bukan drama queen seperti Avery, fikirnya.

“Kamu yakin nggak akan nyesel ninggalin aku ?”, suara Avery memecah keheningan di antara mereka.

Lahel berpaling dari smartphonenya. Mengerutkan alisnya heran. ‘geer lo jadi cewe’ batinnya angkuh. “Nggak” Lahel menjawab singkat dan dengan cueknya kembali asyik memainkan kembali smartphonenya.

Avery menghela nafas berat mendengar jawaban arogan dari Lahel, dia mencoba tetap sabar. Meredakan emosi di dalam hatinya. Bagaimanapun posisinya saat ini tidak aman. Tapi satu yang diyakininya. Ia harus membuat Lahel berfikir ulang untuk meninggalkannya. Ia harus membuat Lahel tetap di sampingnya. Tetap menjadi honey-nya dan menjadi masa depan untuknya. ‘Bagaimanapun Lahel harus tinggalin cewek itu dan balik sama aku,’  tekadnya dalam hati.

“Fikirin lagi ya, aku mohon. Aku mau berubah buat kamu, apapun kekurangan aku,” pinta Avery lagi setengah memohon, air mata tak bisa lagi dibendungnya. Semua pertahanannya sudah habis di depan Lahel.

Lahel mendengus keras. Ada nada kesal di dalam tarikan nafasnya. “Ngga bisa, Ve. Kita udah nyoba beberapa kali dan kamu selalu ngga bisa berubah kan ? sifat kamu justru makin parah, makin childish tahu ngga ? aku ngga tahan lagi sama kamu Ve,” jawaban Lahel menohok Avery keras, membuat air matanya mengalir semakin deras.

“Please..” mohon Avery di sela-sela tangisnya.
“Ngga Ve aku ngga bisa udah ada Nella sekarang. Dan aku nyaman banget sama dia,”

‘Ya tuhan sakit,’ Avery merasakan rasa sakit di bagian dadanya semakin menjadi-jadi, air matanya mengalir semakin deras dan seolah berebutan untuk terjun bebas di pipinya.

Avery menggelengkan kepanya seolah hal itu bisa membuat Lahel berubah fikiran. “Aku mohon Hel, kasih aku kesempatan sekali lagi,”

Lahel tak bergeming. Matanya menatap layar smartphonenya dingin.

Merasa diacuhkan Avery kembali mengulang permohonannya,”Please Hel aku mohon,”ulangnya lagi.

Lahel mengalihkan perhatiannya dari smartphonenya. Menatap Avery dingin. Ada luapan emosi di kedua matanya. Avery begidik takut saat melihat sepasang mata itu.

“Ngga bisa Ave. Tolong kamu pergi dari hidup aku dan jangan pernah ganggu aku lagi,”

Skak.

Avery tak mampu lagi bicara. Bibirnya seketika terkuci rapat saat mendengar kata-kata dingin pria di hadapannya.

‘Semudah itu Hel? 3 tahun yang bahkan tak bisa lagi membuatmu tetap bertahan untuk tetap disampingku ? 3 tahun termanis dalam hidupku yang bahkan tidak berarti apapun untuk kamu. Dan kamu memilih pergi bersama wanita itu,apa ini adil? Kenapa semudah itu Hel ? dan kenapa rasanya sulit sekali untukku melepaskan kamu?’ batin Avery. Menahan sakit luar biasa di dalam dadanya.

Kamu pergi, jangan pernah ganggu aku lagi.

It’s over. The end. Hubungan kami yang hampir 3 tahun ini benar-benar berakhir dan tidak bisa lagi dipertahankan.

Selamat tinggal Lahel.

Kurasakan air mataku jatuh semakin deras. Tanpa pamit Lahel pergi meninggalkanku begitu saja.

Aku hanya bisa memandang punggungnya dengan air mata yang sulit kukendalikan.
Aku harus mulai hari baruku tanpa Lahel. Dan aku tahu itu tidak mudah. Tapi setidaknya aku masih bertahan untuk hubungan ini di detik-detik terakhir. Ya, setidaknya aku berusaha sebisaku kan?

Baca Selengkapnya → PROLOG- "Bukan Srikandi"
LoveLife

kepadamu, yang (sempat) tuhan kirimkan untukku- WMA

Sunday, May 18, 2014
http://www.vemale.com/tags/galau-dan-patah-hati/49385-jatuh-cinta-lagi-setelah-terluka-ini-caranya.html


You were my strength when i was weak
You were my voice when i couldn’t speak
You were my eyes when i couldn’t see
You saw the best there was in me
Lifted me up when i couldn’t reach
You gave me faith ‘coz you believe
I’m everything i am
Because You loved me

(CELINE DION-Because You Loved Me)

Cara yang terbaik untuk mengobati cinta yang luka adalah JATUH CINTA LAGI-Mario Teguh

Dalam hidup, ketika ada yang pergi maka sudah pasti akan ada yang datang. Ketika ada yang membuat airmata kita jatuh menetes sudah pasti pula akan ada tangan lembut yang mengusap pipi kita. Membersihkannya dari air mata dan menggenggam tangan kita. Menguatkan.

Dalam catatan kehidupanku, Tuhan memberikan satu nama kepadaku saat aku belajar untuk kembali berdiri diatas kakiku saat aku terjatuh. Satu nama itu kamu, WMA. Wahyu Muhammad A.

Kamu datang tanpa aku prediksi. Tanpa aku harapkan. Tapi Tuhan mempercayakan kamu kepadaku. Dan aku kepadamu. Sebagai teman lama tentu sangat aneh ketika akhirnya kita memutuskan untuk bersama. Saat sama-sama baru terjatuh dalam pahitnya sebuah penghianatan. Saat keduanya baru terjaga kembali dan berjalan tertatih sisa-sisa patah hati. Saat kita yang waktu itu masih begitu sarkastis terhadap cinta, saat itulah kita memutuskan untuk bersama.

Kamu yang dari dulu selalu aku panggil koko..

Kamu yang memiliki mata sipit sepertiku...

Kamu yang lebih tinggi dariku yang membuatku harus menengadah untuk melihat wajahmu..

Meyakinkan aku kalau hubungan ini bukan sekedar pelampiasan rasa sakit kita. Menguatkan aku untuk kembali menjadi –Aku yang dulu. Membantuku mengembalikan passion dan harapanku yang sempat kandas.

Yang jelas saat aku bersamamu aku nyaman ko.

Kamu yang selalu membuat semburat merah di pipiku saat kamu memanggilku ‘Bidadari Mata Segaris’.

Kamu yang tidak pernah absen untuk mengecek apakah aku sudah makan berat saat aku sibuk dan protes ketika aku lebih memilih snack sebagai pengganjal perut.

Dan kamu yang selalu sabar menghadapiku saat aku sedang mellow mengingat masa laluku.

Sempat terpikir untuk menyandarkan semua beban ini. Semua harapan ini. Walau akhirnya aku sadar ini tidak adil untuk kita.

Tuhan mempercayakan kamu kepadaku hanya dalam waktu yang singkat.

Kita tenggelam dengan kesibukan kita masing-masing. Aku dengan Kerja Praktekku di kampus  dan kamu dengan segala tugas di Jurusan Teknik Mesin yang kamu ambil.

Belum lagi jarak.

Jarak, jarak dan jarak.

Dari 100% hanya 10% saja yang bisa sukses menjalani pacaran tipe ini. LDR a.k.a Long distance relationship.

Aku yang belum lama ini gagal LDR. Merasa agak trauma dengan kondisi ini.

Walaupun kamu menjanjikan untuk pulang lebih sering.

Walaupun kamu janji untuk ada di depan rumahku disetiap tanggal anniversary kita.

Walaupun kamu meyakinkanku bahwa kamu akan selalu menyempatkan waktu disela-sela kuliah padatmu hanya untuk menelpon atau texting denganku.

Jujur aku tidak yakin.

Aku masih takut. Terlalu takut.

Dan jujur aku risih. Kamu terlalu baik ko. Koko terlalu mengistimewakanku. Bukan aku benci atau tidak suka diperlakukan seperti itu. Every woman want to be princess. Diperlakukan seperti layaknya putri dan diistimewakan.

Siapa tidak suka ?

Tapi mungkin beberapa bulan ke belakang itu kondisi hatiku memang belum sepenuhnya membaik. Aku masih memandang cinta dengan sarkastis. Mati-matian menutupi rasa sayangku kepadamu karena hanya tidak ingin jatuh cinta kembali. Walaupun sebenarnya aku sangat nyaman ada di dekatmu.

3 kali aku minta kita putus. Dan 3 kali juga kamu hanya menanggapi dengan senyum. Membiarkanku berfikir ulang dan bilang kalau kamu akan selalu menunggu tanpa mau melepasku.

Tapi aku egois.

Dengan jahatnya aku terus-terusan menghindar. Berharap kamu mau mengakhiri hubungan ini.

Sampai saat dimana kamu lelah. Koko wahyu yang aku kenal kuat saat itu menyerah pada semua keegoisanku.

Aku menyesal. Tapi semua penyesalan itu tidak akan pernah bisa mengubah apapun saat ini.

Nyatanya mungkin kita lebih baik menjadi teman seperti dulu. Tanpa embel-embel pacar.

Tidak adil jika aku berfikir untuk membagi beban denganmu sementara sikapku saja sudah minus di depanmu.

Walau bagaimanapun akhirnya aku selalu bersukur pernah menjadi milikmu untuk beberapa saat. Kamu membantuku melalui rasa sakitku dengan mudah. Kamu membuatku pelan-pelan berdamai dengan cinta. Membuatku kembali memiliki harapan dan kembali menulis. Kamu bilang selalu berharap melihat bukuku di deretan buku best seller di Gramedia.

That’s the best motivational words, Ko J

Kamu lihat sekarang aku menulis. Kembali menulis. Dan jika nanti Tuhan memberiku kesempatan untuk menerbitkan buku. Nama kamu pasti tidak akan alpa aku tulis di halaman ‘Thanks to’

Terimakasih Ko J

Hubungan kita singkat tapi akhirnya manis. Semoga apa yang kita cita-citakan menjadi kenyataan dalam waktu dekat ini. Alloh Bless us Ko, maybe i’m ever give up to be your really future women. But, now i wont give up to be your awesome friend. Forever Ko. I’m promise..

Seperti kamu bilang.

“Tata jangan pernah beda. Kita bisa kembali berjodoh nanti. Insya Alloh. Yang penting sekarang kita jaga hubungan baik kita,”.

I’m promise Ko..trust me J

I’m so glad with you. Wahyu Muhammad.
Thanks For your time. Your spirit. Your motivation. Your attention for me.
I love you.

The time full of love-4 januari 2014
Sincerely Yours,


DITA APRILIANI
Baca Selengkapnya → kepadamu, yang (sempat) tuhan kirimkan untukku- WMA

Labels

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan

Warung Blogger

Warung Blogger

Kumpulan Emak Blogger

img.emoji { height: 1em; width: 1em; margin: 0 .05em 0 .1em; vertical-align: -0.1em; }